When You Hurt

Published October 27, 2011 by tierainrie

Sakit, bukan di badan rasanya, tapi di hati..
Ketika dengan mata kepala Ibun sendiri Sabiq terjatuh, terbentur sesuatu…
Rasanya Ibun gagal menjadi seorang ibu yang dititipi oleh Allah untuk menjagamu..
Ibun akan semakin menderita karena tidak paham yang Sabiq katakan
yang ada hanya tangisanmu..

Ibun ingat pertama kali karena kecerobohan Ibun jari Sabiq terluka
ada darah segar yang menetes..
Sabiq mungkin baru sekali merasakan sakit seperti itu..
Ibun cuma bisa meminta maaf padamu sambil menangis sejadinya..
Ketika Ibun menangis Sabiq malah diam menatap Ibun dan bilang “hau…hau…”
Seolah-olah berkata, “Sabiq gak apa-apa, Ibun jangan nangis”
Dan air mata Ibun malah semakin deras..

Sabiq anak yang kuat,
Ibun yakin, karena setiap kali disuntik pun Sabiq hampir tidak pernah menangis..
Di malam-malam saat demam dan flu pertamamu pun Sabiq masih bisa melaluinya dengan selipan tawa..

Entah keberapa kalinya Sabiq jatuh dan terbentur ketika dalam pengawasan Ibun
Mungkin memang Ibun yang ceroboh dan terlalu percaya, padahal mungkin Sabiq belum kuat..

Di usia belum genap sebulan Ibun membiarkanmu tidur miring kesamping,
Di usia belum genap tiga bulan Ibun membiarkanmu tengkurap,
Di usia belum genap lima bulan Ibun melepasmu merayap,
Di usia belum genap enam bulan Ibun membiarkanmu merangkak,
Sekarang belum genap tujuh bulan Ibun membiarkanmu berdiri sendiri..

Maaf kalau Ibun salah..
Ibun tau Sabiq kuat dan cerdas
Ibun tidak pernah ingin membatasi eksplorasimu
Tapi mungkin Ibun terlalu sering lalai
Masih sering harus meninggalkanmu
Masih belum berusaha keras menjagamu
Ibun selalu berharap bisa memberi imunitas
Bukan mensterilkanmu..

Sabiq adalah darah dan daging Ibun,
Bagian tubuh Ibun yang paling berharga..
If there’s anything happens to you,
I think that couldn’t forgive myself forever..

Untuk anakku tersayang, semoga mimpi indah

Stimulasi Bayi

Published July 19, 2011 by tierainrie

Sayang, banyak orang tua yang tidak menyadari kalau sejak bayi, anak sudah dapat melakukan peniruan karena kemampuan ini lebih identik dengan anak batita. Padahal seperti dituturkan Dra. Psi. Tisna Chandra, sejak usia 2 bulan, si kecil sebenarnya sudah cakap meniru. Hanya saja, orang tua tidak menyadarinya, sehingga momen ini pun sering luput dari perhatian.

Seperti cerita yang diungkapkan Lubis. Ayah muda ini sempat terperanjat, saat Aldi, bayinya berusia 8 bulan, mampu mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukannya. “Ketika aku bertepuk tangan, ia coba mengikuti. Begitu juga saat melambai-lambaikan tangan. Bukan hanya itu, ia juga bisa tiru-tiru suara. Kalau aku bilang “pa-pa”, dia berusaha mengucapkannya. Lucu banget. Tapi apa benar bayi sebesar Aldi sudah bisa meniru?”

Tisna menegaskan peniruan merupakan salah satu tugas perkembangan yang perlu dilalui bayi, sebelum masuk pada keterampilan identifikasi.

Nah, kembali lagi pada pembahasan sebelumnya, di atas usia 7 bulan, fungsi memori bayi sudah semakin baik. Ini berarti kecakapannya untuk menangkap dan menyimpan apa yang dilihat dan didengarnya lalu kemudian ditirunya akan semakin baik. Jadi dalam kasus Aldi tadi, wajar kalau ia sudah dapat meniru kata, walau hanya sebatas babbling, seperti “ma-ma-ma” atau “pa-pa-pa”.

Menginjak 8 bulan, keterampilan bayi makin berkembang dengan kesanggupan mencontoh gerakan motorik, ekspresi emosi, ataupun peniruan objek seperti memindahkan dan memasukkan mainan. “Tapi jangan berharap dengan hanya sekali memberi contoh, lantas bayi langsung bisa tiru-tiru. Contoh harus diberikan berkali-kali sehingga memungkinkannya untuk merekam di dalam memori lalu mengikutinya. “tandas psikolog dari Spectrum Treatment Center, Bintaro, Banten ini.

 

STIMULASI SESUAI KEMAMPUAN

Berikut beberapa perkembangan peniruan si kecil yang dapat distimulasi sehingga tumbuh kembangnya makin optimal:

 

Suara dan Kata

Di usia 2 bulan bayi sudah mampu meniru kata-kata walau sekadar berujar “u…u…u” atau “a…a…a.” Sementara di usia 7 bulan, si kecil sudah bisa babbling atau mengucapkan suku kata yang senada seperti “ma-ma-ma atau “da-da-da”. Kemampuannya kian bertambah saat 11 bulan. Saat ini bayi sudah bisa menirukan kata berunsur konsonan-vokal dengan lebih bervariasi, seperti “ka-ka”, “mi-mi”, “bo-bo”, dan sebagainya.

* Stimulus:

Penting diketahui bayi suka meniru suara yang didengarnya. Jadi rajin-rajinlah untuk mengajaknya bercakap-cakap. Saat memandikan, misalnya, berbincang-bincanglah tentang apa yang tengah kita lakukan, “Mama mau gosok tangan Adek. Angkat tangan Adek seperti ini, ya.” Semakin banyak kata yang dikenalkan pada bayi, akan semakin banyak yang tersimpan dalam memorinya. Saat kemampuan bicaranya sudah semakin baik, si kecil tinggal membuka memori yang pernah disimpannya di masa bayi ini.

* Yang perlu dicermati:

Saat berbicara dengan bayi, hindari bahasa/kata yang dicadel-cadelkan. “Cayang mau cucu ya?” (padahal maksudnya “Sayang mau susu ya?”) Bila bayi terbiasa mendengar kata yang tidak benar kelak dia akan mengatakannya seperti apa yang kita ucapkan. Repotnya, kelak kita harus membetulkan kesalahan anak tersebut bukan?

 

Gerakan Motorik

Pada usia 8 bulan, bayi sudah dapat mengangkat-angkat tangan. Sebulan kemudian, ia mampu melambaikan tangan serta melakukan gerakan kiss by. Sementara umur 10 bulan, kecakapannya bertambah dengan bertepuk tangan.

* Stimulus:

Saat kita ingin si kecil mengikuti suatu gerakan, sesuaikan dengan kemampuan motorik yang ia miliki. Di usia 8 bulan, umpamanya, ia bisa diminta mengikuti contoh gerakan tangan ke atas dan ke bawah. Tapi jangan mengharapnya bisa meniru gerakan bertepuk tangan karena kesanggupannya belum sampai di situ. Berikut beberapa rangsangan lain yang bisa diberikan:

  • Gerakkan jari jemari kita di udara untuk ditirunya. Stimulus ini berguna untuk merangsang keterampilan motorik halus anak agar ia kelak terampil dalam memegang benda-benda kecil, seperti pensil, pena, gelas, sendok-garpu, dan sebagainya.
  • Kala menginjak 9-10 bulan, si kecil bisa diajak melakukan gerakan “mata genit” (beri contoh dengan menyipitkan/mengedipkan mata kita). Rangsangan seperti ini juga akan bermanfaat bagi pertumbuhan saraf-saraf di bagian kelopak matanya.

* Yang perlu dicermati:

Selain beberapa manfaat tadi, stimulasi-stimulasi semacam ini juga dapat mengembangkan kemampuan indra peraba serta inteligensinya. Gerakan meniru menaikkan dan menurunkan mainan, umpamanya, memungkinkan bayi merasakan permukaan yang kasar/halus dari mainan yang dipegangnya.

 

Peniruan Ekspresi Emosi

Bayi 9 bulan sudah bisa menirukan ekspresi senang, marah, lucu, dan lainnya. Ini berkaitan dengan pertumbuhan emosinya yang sudah berkembang dan pembelajaran dari lingkungan terdekat, seperti orang tua, pengasuh, kakak, nenek/kakek dan lainnya.

* Stimulasi:

Walau ia belum memahami apa itu senang, sedih, jengkel dan sebagainya, tapi melatih ekspresi emosinya tetap perlu. Cara paling sederhana adalah dengan selalu menunjukkan senyum dan tawa saat berhadapan dengannya.

 

* Yang perlu dicermati:

Sebagai manusia, wajar bila kita merasa sedih, jengkel atau marah. Namun sebaiknya jangan terlalu sering menampakkan emosi-emosi negatif pada si kecil. Bukankah ia sudah pandai meniru? Jadi kalau seorang ibu mudah mencucurkan air mata, si kecil pun bisa tumbuh menjadi anak yang cengeng. Begitu juga, bila emosi orang tua kerap meledak-ledak. Tak menutup kemungkinan karakter si kecil pun akan seperti itu nantinya. Intinya, bayi perlu belajar pentingnya kestabilan emosi. Jadi boleh saja, kita menunjuk wajah jengkel sekali-kali. Tapi tetap harus diimbangi dengan senyum dan tawa.

 

Peniruan Objek

Sejak usia 7 bulan bayi sanggup meniru perilaku orang-orang di sekelilingnya. Untuk itu, beri ia lebih banyak kebebasan untuk melakukan berbagai gerakan lewat perilaku-perilaku yang kita contohkan.

 

* Stimulasi:

Salah satu permainan yang bisa dicoba adalah menaruh bola ke dalam keranjang. Bayi 7 bulanan tengah menggandrungi kegiatan seperti ini. Sekitar usia 8-12 bulan, si kecil mulai bisa melakukan hal yang lebih kompleks, seperti memencet-mencet tombol keyboard komputer.

 

* Yang perlu dicermati:

Pilih mainan atau objek yang menarik dari segi warna, corak, bentuk, maupun bunyi. Rasa ketertarikan akan membuat bayi mau menyentuh, mengambil, dan memegang benda/mainan tersebut sehingga stimulasi dapat berjalan lebih optimal.

 

WASPADAI BILA BAYI TIDAK PERNAH MENIRU

Meskipun belum tentu sebagai pertanda kelainan, tak ada salahnya kita melakukan tindakan lebih lanjut. Antara lain, dengan mengonsultasikan perkembangan bayi pada psikolog atau dokter. Ada beberapa penyebab bayi tidak sanggup melakukan peniruan. Bisa karena organ bicaranya atau organ pendengarannya terganggu. Akibatnya saat kita mencoba mencontohkan kata-kata/ perilaku, ia tidak dapat mengikutinya. Kemungkinan lain adalah autisma. Bayi dengan gangguan ini umumnya tidak mampu berkomunikasi dengan lingkungan, tertutup, dan asyik dengan dirinya sendiri.

Tapi tentu tidak bijaksana jika kita langsung panik saat mendapati bayi tidak bisa melakukan suatu peniruan. Mungkin saja, ia hanya mengalami keterlambatan dan hanya perlu waktu lebih lama-sekitar 1-2 bulan dalam perkembangannya. Ini pun normal-normal saja selama tidak ada indikasi gangguan lain.

Irfan Hasuki.

 

Stimulasi

Stimulasi yang paling awal dilakukan untuk bayi adalah menempatkan bayi berada di ruangan terbuka. Tujuannya agar bayi bisa melihat sekelilingnya dan otaknya mendapat rangsangan lewat semua indranya. Mulai suara, warna-warna di sekitarnya, sentuhan dari orang sekitarnya, atau ajakan bicara. Bayi yang sejak awal telah mendapatkan rangsangan melalui pendengaran bunyi bahasa, menurut dr Herry Pujiastuti SpS, bisa merangsang perkembangan pusat bahasa dalam otaknya.

Penelitian telah membuktikan bahwa ocehan bayi berumur 3-6 bulan sesuai dengan fonem bahasanya. Orang tua dan keluarga pun harus mulai berbicara dengan bayi. Dari rangsangan suara melalui bahasa ini, bayi akan cepat bereaksi bila orang tuanya berbicara.Psikolog dari Amerika Serikat, Harlow, yang kemudian dikenal dengan Eksperimen Harlow, menyimpulkan anak yang mendapat nutrisi bagus tetapi tidak mendapat rangsangan apa pun karena hidupnya terisolasi dan terpisah dari ibunya, ketika dewasa akan mengalami gangguan emosi. Dari percobaan Harlow menunjukkan bahwa betapa pentingnya menggendong, memeluk, menimang anak untuk pembentukan karakter. Anak yang kurang atau tidak mendapat pengasuhan ibu yang baik, akan menjadi seorang yang agresif dan mudah melakukan kekerasan.

Fakta tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pusat dan fungsi di dalam otak pada usia dini. Menurut dr Andre Mayza, pada masa perkembangan anak, hendaknya otak harus mendapatkan perangsangan, pemrograman yang baik dan seimbang.Pemrograman yang salah atau kurang pada usia dini dapat berdampak perilakunya buruk ketika dewasa. Perlu diingat, pengalaman anak di waktu kecil berpengaruh menetap dalam masa perkembangan itu. Pemrograman berarti pendidikan, berpengaruh membentuk, menentukan fungsi struktur-struktur otak bersangkutan.

 

Diambil dari:

http://keluargasehat.wordpress.com/2008/04/02/stimulasi-bayi/

 

Stimulasi Motorik Halus Bayi

Published July 19, 2011 by tierainrie
Berikut beberapa fakta dan stimulasi motorik halus bagi bayi.
Bayi 1 bulan.
Fakta:
Refleks genggam masih nampak tetapi, menjelang akhir bulan, refleks ini berkurang dan melemah.Stimulasi:
Baringkan bayi dalam keadaan tengkurap atau terlentang. Beri rangsang pada telapak tangannya dengan menyentuhkan kedua telunjuk Anda. Biarkan ia menggenggam dan lalu tarik kedua tangannya. Rangsang ini menguatkan jari-jemarinya.
Bayi 1 – 3 Bulan.
Fakta: 
Memasuki bulan kedua tangan masih sering mengepal, tetapi sudah lebih lentur. Di bulan ketiga jemari lebih banyak berada dalam keadaan terbuka.Stimulasi:
Saat sedang menyusui atau dalam keadaan inaktif (tidak sedang melakukan sesuatu) Anda bisa memberi latihan dengan membuka kepalan tangannya melalui sentuhan lembut. Sambil menyanyi tentang jari, Anda bisa menyentuh jemari satu persatu lalu buka atau luruskan. Pijatan lembut pada jemari akan sangat menolong. Anda juga bisa memanfaatkan mainan lembut untuk menarik perhatiannya dan “memancingnya” bereaksi. Pilih mainan yang memiliki beragam tekstur dan mengeluarkan bunyi menarik.
Bayi 3 – 6 Bulan.
Fakta: Bayi mulai menggunakan jemari untuk bereksplorasi, salah satunya dengan mengamati sekeliling dan dirinya sendiri.Stimulasi:
- Untuk melatih jemarinya agar lebih terampil memegang, sediakan mainan yang mudah digenggam, seperti mainan gigit (biting ring) atau mainan bergemerincing (rattle) dalam berbagai bentuk menarik serta ukuran sesuai genggamannya.
- Baringkan bayi dalam posisi terlentang lalu bermainlah dengan jemarinya. Biarkan ia mempelajari, apa yang bisa dilakukan dengan jari-jemarinya.
- Sediakan mainan gantung pada boks tidur, carseat, bouncing chair atau stroller. Latihlah ia meraih dan memegang beragam tekstur bahan. Kini tersedia mainan gantung atau buku bayi yang membantu Anda melatih
Bayi 6 – 9 Bulan.
Fakta:Bayi sudah bisa memegang benda, dan mulai memindahkan benda-benda.Stimulasi:
- Dukunglah perkembangan barunya dengan memberi kesempatan si kecil makan sendiri. Sediakan finger food seukuran genggaman anak, misalnya wortel rebus atau biskuit bayi khusus masa tumbuh gigi (teething).
- Berikan mainan yang mendukung bayi “latihan” memukul atau membanting. Misalnya, drum bayi yang biasanya mengeluarkan musik dan aneka suara.
- Beri anak latihan dengan beragam buku bayi menarik, terutama yang merangsang jemarinya untuk mulai menjepit benda tipis.
- Apabila bayi Anda nampak masih kurang aktif menggunakan jemarinya, bersabarlah. Anak tertentu berkembang lebih dulu motorik kasarnya, dibandingkan motorik halus. Beri pijatan lembut dan perbanyak benda yang aman untuk diraih dan dipegangnya.

Bayi 9 – 12 Bulan.
Fakta: Gerakan jemari bayi kini lebih halus. Bayi usia 9 – 12 bulan, gemar menumpuk-numpuk benda, seperti bantal, balok dan lainnya. Di sekitar usia 10 bulan, sebagian besar bayi masuk ke sebuah fase baru perkembangan motorik halus. Ia sudah bisa menjepit dengan jemari, benda yang kecil dan tipis. Demikian pula menekan-nekan tombol pada telepon mainan. Kekuatan jemarinya pun semakin berkembang.

Stimulasi:
- Dukunglah perkembangan dengan kesempatan yang lebih luas saat makan. Apabila sebelumnya ia hanya mampu menggenggam biskuit dengan seluruh jarinya, ajaklah bayi  makan biskuit tipis, roti atau kismis sendiri. Biarkan ia melatih gerakan koordinasi jemari dengan tangannya.
- Perlihatkan cara mengambil mainan dari dalam toples atau boks mainan. Lalu beri ia kesempatan mengulang-ulang kegiatan ini sendiri sampai ia mahir.
- Latihan mengambil dan menyusun balok juga membantu bayi mengembangkan keterampilan motorik halus.
- Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan latihan jemari bayi, cermati keamanan mainan dan makanan. Jauhkan bayi dari benda yang terlalu kecil tanpa pengawasan. Senantiasa berikan makanan dan mainan yang memang diperuntukkan sesuai usia anak

Sumber:

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tips/Bayi/tips.bayi.stimulasi.motorik.halus.bayi/001/005/113/3

Data Mining Contest on Kaggle

Published November 11, 2010 by tierainrie

Sembari belajar Kalkulus (padahal bosen) searching-searching buat current data mining contest. Ada beberapa yang menarik di Kaggle:

This competition aims to discover whether other approaches can predict the outcome of chess games more accurately than the workhorse Elo rating system.
Part two requires competitors to predict 793 tourism-related time series. The winner of this competition will be invited to contribute a discussion paper to the International Journal of Forecasting.
The objective of this competition is to predict the optimal number and type of newspapers that should be placed on different news stands. This competition is being powered by Kaggle but run on a standalone website.
This competition requires participants to predict edges in an online social network. The winner will receive free registration and the opportunity to present their solution at IJCNN 2011.
The aim of this competition is to develop a recommendation engine for R libraries (or packages). (R is opensource statistics software.)
Untuk due date dan keterangan lengkapnya, monggo di klik linknya atau langsung mengunjungi websitenya Kaggle
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.