Feeds:
Posts
Comments

Lilliefors Test

Tiba-tiba merasa bersalah ketika ditanya tentang salah satu uji statistika dan lupa, akhirnya membuka buku keramat dan mulai nulis ini deh, mudah-mudahan gak salah ngasihtau deh hehehe… oiya sapa pun yang baca, CMIIW yah…maklum bahasa inggrisnya rada-rada gitu deh…

Lilliefors Test

Uji kenormalan Lilliefors biasa digunakan untuk melihat kenormalan suatu data apabila nilai tengah dan ragam populasi tidak diketahui. Begitu juga sebaran populasinya.
Continue Reading »

Book Shelf

Ngeliat tumpukan buku di kamar rasanya kasihan. Padahal tadinya buku-buku itu udah mau ditaruh di raknya waktu masih di kost di kota hujan itu. Tapi apa daya, nampaknya rak itu belum berjodoh dengan buku-bukuq. Sekarang dengan kasus diriku yang masih nomaden mengakibatkan buku-buku itu juga harus diangkut kesana kemari. Memang jarang kubaca semuanya. Tapi kalau kukirim pulang ke rumah pun dirumah cuma bakal jadi barang pajangan, karena mama, papa dan adikq tidak terlalu suka membaca. Inget perpustakaan yang dulu dibuat papa. Hm, sebenernya siy simpel.Tadinya itu cuma lemari yang dibuat untuk pembatas ruangan. Tapi karena papaq punya banyak buku diktat kuliah dan dibuang sayang (tipikal yang sama denganq) jadinya papaq membuat pembatas itu jadi lemari buku yang luayan besar. Dulu seingetku siy muat untuk bukunya mama, papa, aq dan adikq. Bukuku yang masih terpajang disitu mulai dari catatan sekolah waktu masih di MTs, sampai aq lulus SMA. Terakhir kali melihat, lemari itu sudah berpindah ke dapur/bersama isi-isinya fungsinya sudah berubah menjadi setengah gudang dan tiap hari menemani mamaku memasak dan mencuci piring, wkk :D

Buku-buku itu masih ada disana, dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Di bagian paling atas aq ingat kumpulan majalah komputer dan Tempo yang mengenalkanq dengan dunia elektronik dan sosial politik nusantara, di tengah ada diktat kuliah papaku yang menemaniku belajar bahasa inggris waktu kelas I MTs (ngelunjak, anak SMP baca diktat kuliah, hahaha), dan majalah Annida dan buku-buku hadiah teman-teman waktu masih aktif di Rohis (masa lalu yang manis ^_^) serta kumpulan catatan-catatanku yang memperlihatkan perubahan genre tulisan tanganku, mulai dari tegak lurus, miring, berbunga-bunga, bahkan sempat nulis pake penggaris, hingga stabil seperti sekarang.

Hm, jadi buku-buku itu mau ditaruh di rak buku mana ya?

Bisa aja aq beli rak buku sekarang, tapi karena masih nomaden rasanya bakal merepotkan kalau pindah lagi. Masa nunggu sampe punya rumah sendiri. Bisa-bisa tuh buku-buku udah gak berupa lagi. Rasanya juga saat ini hampir setengah koleksiku entah kemana. Padahal aq suka buku-buku yang hilang itu. Masa aku harus beli lagi siy :(

[untitled]

Note:

I tell u first, postingan ini bener-bener gak penting

Ini entah akibat terlalu banyak yang dipikirin atau terlalu banyak yang harus dikerjain, sampai-sampai mati gaya alias bingung kalau udah di depan laptop mau nulis apa. Sudah sangat banyak sekali draft tulisan yang tidak selesai dan tidak kunjung dipublish. Bukannya tak ada ide, tapi mungkin malas saja…padahal pengen banget nulis. Tapi kalo pengen doang yang sampai kapan pun gak akan jadi nulis yah :) )
Jadi inget waktu kelas 3 SMA, kita sekelas diberi tugas untuk membuat jurnal oleh guru Bahasa, yang isinya apapun yang ditemui setiap hari, harus ditulis, dikumpulkan di akhir semester. Hasilnya macem-macem, ada yang hobi nyalin berita di TV, radio or koran, ada yang bener-bener nulisin kejadian-kejadian live yang dia temui, ada juga yang malah curhat (sehingga pas ada instruksi untuk bertukar jurnal langsung pada merah padam, wkkk). Tapi dari semua hal itu yang sangat berkesan adalah bagaimana si Bapak memaksa kita untuk menulis. Haah, jadi kangen…

**ngelirik draft**
**garuk-garuk kepala**

Aq harus melanjutkan semua tulisan itu ya…. , sebelum ada yang protes lagi, hahahaha…

Hm…tanggal 12 Juli kemaren, iseng sama beberapa orang teman dari berbagai bagian kehidupanq (halah… :D ) berhasil juga buat jalan-jalan ke Bandung. Pagi-pagi jam 6 aq dan Rangiku siap-siap untuk ketemu dengan Hitsugaya dan Naruto, akhirnya dalam selang waktu yang cukup singkat qt berempat bertemu di tempat perjanjian dan berangkaaat!!

Sepanjang jalan tol qt gak ada yang tidur, soalnya kalau Rangiku udah cerita, ya mana bisa tidur, hehehe. Lagian kalau qt pada tidur, Naruto yang nyetir juga ntar ikutan tidur :( (berbahaya buat semua orang). Obrolan qt sepanjang jalan, mulai dari cerita ortunya Rangiku sampai mitos km 69-73nya Cipularang. Akhirnya sampai di Pasteur, aq menghubungi Byakuya si penunjuk jalan (ceritanya), dan dia baru bangun :( , padahal sebelumnya udah aq telpon tapi gak diangkat. Ternyata dia nunggunya rada jauh dari tempat qt keluar tol. Akhirnya qt masuk tol lagi deh…hahahaha. Yah itung-itung nunggu Byakkun siap-siap dulu.

Setelah nunggu beberapa menit, akhirnya ketemu juga sama Byakkun. Setelah bingung sesaat mau kemana dulu, akhirnya semua setuju untuk ke Tangkuban dulu. Qt sampai di pintu Tangkuban sekitar jam 10an. Naruto yang belum pernah ke Tangkuban, sedikit shock sama jalan masuk ke Tangkuban. Berkerikil dan berbatu, kesian juga siy si Avanza Ijo itu…:(

Setelah bersabar melewati hutan dengan jalanan berbatu itu, akhirnya sampai juga di puncak, dekat Kawah Ratu. Seluruh penumpang turun untuk pergi ke toilet terdekat, kecuali aq dan Byakkun. Setelah turun dari mobil, menghirup udara segar..foto2..lalu..decide mau naik atau mau turun?

Karena aq dan Rangiku udah pernah naik, jadi pada memutuskan untuk turun ke Kawah Domas. Aq siy udah tau konsekuensinya, karena kalau awalnya turun, pasti bakal membutuhkan tenaga ekstra untuk naik :D . Jarak dari tempat qt berdiri sampai ke Kawah Domas, kira-kira sekitar 1200 m alias 1,2 km. jadi naik turun sekitar 2,4 km. Mungkin bukan jarak yang bikin capek kalau jalan di tempat lurus, tapi yang jadi masalah kan…ini turun dan naik :)

Akhirnya setelah sempat berhenti agak lama di km ke 0,6 sampai juga ke Kawah Domas. Hm, pemandangannya siy memang gak seberapa dibandingkan kalau ke atas. Tapi ya, cukup keren kok, apalagi air panas dan bau belerangnya, hehehe. Setelah memuaskan diri dengan istirahat dan melihat pemandangan di bawah. Baru deh perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Ayo kita nanjak!! :) ) Ternyata yang jadi masalah kalau nanjak itu bukan kaki yang pegel, karena kalau udah lewat 600 meter udah gak kerasa lagi tuh pegel. Yang jadi masalah adalah nafas, ternyata untuk pendakian yang lumayan curam. (600 m pertama) nafasq gak tahan, alias tersengal-sengal. Mungkin karena jarang olah raga :(

Saat naik, qt naik sendiri-sendiri. Rangiku karena merasa jalannya paling lama akhirnya naik duluan, (tapi sampai di atasnya aq duluan siy :) ). Karena cowok2 itu merasa jalannya lebih cepat dan dapat menyusul, ya sudah akhirnya aq yang menysul Rangiku. Sekitar jam 13 lewat sekian, aq yang pertama kali sampai di puncak, sekitar 10 menit kemudian disusul oleh Hitsugaya, 15 menit setelah itu Rangiku dan Naruto baru Byakkun yang terakhir. Yang sedikit menyesakkan adalah, ternyata di 300 m dari bawah, ada jalan yang lebih dekat ke pintu keluar :(   hahahaha, mentertawai diri sendiri, yah tapi gpp lah. Jadi kerasa jalan-jalannya karena pegel. Hehehe…

Setelah berhasil keluar dari Tangkuban, qt sholat dzuhur di mesjid sekitar Lembang. Ditanya mau kemana lagi, hehehe sepertinya udah cukup capek, jadi maunya makan aja. Berhubung itu hari minggu dan udah sore, jadi deh qt kena macet. Di mobil semua pada diem, karena udah laper… :) )

Karena gak ada rekomendasi tempat dari yang lain, Byakkun akhirnya menavigasi qt ke Kampung Daun. Belokannya sempat kelewatan dan kena macet lagi, wkkk…tapi akhirnya rasa capek dan jenuhnya terobati siy ketika melihat suasana di Kampun Daun. Arsi dan kampung banget…hijau, suara air, waaah…keren abis…ditambah lagi ditraktir ama Byakkun (thanks ya! :D )

NB:

Karena postingan ini ditulisnya udah agak expired, jadi aq gak bisa mengekspresikan dengan benar keadaan saat itu. Ditambah memoriq rada kacau kalau disuruh ngurutin kejadian. Hehehe, jadi nanti kalau jalan-jalan lagi besoknya langsung kuposting deh. Plus, lupa foto-foto, karena sibuk deciding ini itu. Maklum, kurang matang dan  biar kesannya gak banyak yang disensor (padahal lupa) hehehehe… .: :D :.

« Newer Posts - Older Posts »