Prakasatya

Homeschooling Syahmi Day 1

Alhamdulillah,  hari ini sudah bisa mulai home schooling dengan modal yang udah ada di rumah aja.  RPPH hari ini:

Setelah sarapan dan mandi kita gelar tiker depan mini library, biar gampang ambil bukunya kalau butuh.  Alat perang hari ini:

  1. Buku Ensiklopedi Tubuhku BIP
  2. Segenggam kacang hijau dan dua buah tupperware
  3. Kertas HVS 1 lembar dan Pinsil

Kegiatan pertama dimulai jam 8.00 dengan membaca doa,  sambil diikuti oleh Syahmi. 

Respon: Alhamdulillah Syahmi mau mengikuti walaupun belum bisa terucap dengan benar. Saya mengikuti cara terapisnya di Klinik Tumbuh Kembang.

Kegiatan kedua adalah mengenalkan anggota tubuh tangan dan jari lewat buku, kemudian saya mencetak tangan dan jarinya di kertas HVS sambil menyebutkan nama jari-jarinya. 

Respon: Berusaha mengikuti,  tapi tidak semua bisa diucapkan. Hanya Jempol,  Telunjuk (jadi tunjuk),  dan Kelingking (jadi kingking). 

Karena fokusnya turun dan tidak mau diajak main genggam tutup,  jadi saya inisiatif menyuruhnya memindahkan kacang hijau. 

Respon: Syahmi excited,  saya minta memindahkannya dengan digenggam dulu dan dia mau melakukannya.  Setelah tinggal sedikit baru ditumpahkan langsung ke wadah satunya. 

Karena dia tidak mau berhenti,  jadi sambil dia memindahkan kacang sambil saya bacakan surat Al Fatihah saya ulang 3 kali,

Respon: Ketika sudah sampai di akhir ayat,  Syahmi mengikuti (walaupun belum jelas yang diucapkan)  sambil bilang Aamiin.

Setelah dia puas main kacang hijau,  saya memintanya berdiri supaya tidak bosan, sambil lompat-lompat saya minta dia berjalan mundur. 

Respon: Syahmi sudah paham instruksi saya dan sudah bisa berjalan mundur dengan baik.  

Setelah kegiatan berjalan mundur,  saya beri rehat sebentar untuk bermain bebas. Setelah ia mau diajak duduk lagi,  saya mengajaknya membaca buku tentang manfaat tangan dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tangan yang diberikan. 

Respon: Syahmi sudah bisa membedakan beberapa benda yang kira-kira panas atau dingin melalui gambar. 

Setelah selesai semua rangkaian pembelajaran,  ibun mengajak Syahmi berdoa dengan ucapan Hamdalah.  

Tinggal PR Ibun memberikan penilaian dan laporan ke Sahabat Anak Indonesia. Alhamdulillah pembelajaran selesai pukul 9.00

Semoga besok lebih seru dan bersemangat! 

Advertisements
Prakasatya

Mabit Perdana Sabiq di Kuttab

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tattimushsholihaat… 

Tahun ini,  alhamdulillah Sabiq akan segera memasuki usia tamyiz.  Ma sya Allah,  memang saya sebagai ibu masih jauh dari sempurna, dan egois jika mengharapkan ia akan seperti Ali bin Abi Thalib atau Abdullah bin Abbas, karena mereka adalah anak-anak yang sejak belia diasuh oleh tangan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Kuttab sudah menekankan tentang pentingnya kemandirian sejak satu semester yang lalu ketika pra mabit. Alhamdulillah,  dia lolos,  semua barangnya kembali utuh dan dia melakukan semua instruksi packing sesuai arahan saya.  Ya, saya kadang sangat perfeksionis terhadapnya, padahal mungkin di mata orang.  Hey,  dia itu anak enam tahun…

Dulu di usia itu saya ngapain? Saya sudah punya tanggung jawab, menyapu halaman (halaman rumah saya kira-kira luasnya 200 meter). Saya harus mulai menyapu jam 6 pagi,  jam 6.30 harus sudah selesai,  mandi dan sarapan.  Jam 7 kurang lima harus sudah berangkat karena saya jalan kaki ke sekolah yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah. 

Sabiq memang masih belum memenuhi ekspektasi ibunya yang ketinggian.  Tapi,  ma sya Allah,  banyak kelebihannya yang lain yang saya yakin Allah titipkan padanya untuk jauh melebihi saya dan suami saya. 

Besok adalah perdana,  Sabiq akan mabit di Kuttab Al Fatih,  sekolahnya saat ini (dan seterusnya in sya Allah). Kuttab sudah memberi penugasan (BBO)  kemandirian sejak tiga minggu yang lalu.  Meliputi istinja’ yang baik,  merapikan dan membersihkan kamar sendiri,  mengurus pakaiannya sendiri (meletakkan di keranjang baju kotor,  menyiapkan seragam untuk besok, melipat dan merapikan sendiri bajunya). Yaps, masalah perbajuan termasuk adab memakai baju juga merupakan salah satu kurikulum di kuttab.  Dalam satu ceramahnya ustadz Budi Ashari menyinggung tentang anak jaman sekarang yang di usia balighnya jangankan diamanahi negara,  diamanahi kamar pun masih banyak yang belum mengerti. Peradaban dimulai dari hal sekecil itu..

Cerita packing hari ini dimulai saat dia pulanh sekolah dan memberikan secarik kertas yang isinya daftar barang yang dibawa ke mabit besok.  Isi listnya kosong,  yang berarti harus dia isi sendiri.  Maka saya menyuruhnya menulis di daftar barang apa saja yang harus dibawa. Setelah selesai saya menyuruhnya mengambil semua barang di list tersebut dan mengumpulkannya di satu tempat. Tapi… ternyata dia pun ga bisa baca apa yang ditulisnya karena tulisannya masih aduhai berantakan tak terbaca.. 🤣

Akhirnya saya tulis ulang dengan tulisan saya baru dia bisa kumpulkan semua barang tadi. Saya beritahu Sabiq tentang teori packing ala saya (penting menurut saya walaupun saya ga tau dia paham apa gak)  sambil langsung praktik.

Pertama, Clustering. Alat mandi taruh di satu tempat,  baju dipack di plastik per sekali ganti. Jadi sabiq bawa dua plastik zipper bag yang isinya masing-masing baju, celana dan pakaian dalam. Ini supaya memudahkan dia kalau mandi bawa satu plastik ke kamar mandi dan buka plastiknya kalau sudah selesai mandi,  supaya bajunya ga basah kena air.  Setelah itu bajunya yang kotor atau basah langsung dimasukkan ke plastik tadi,  kunci lagi zippernya jadi kalau masuk tas pun ga khawatir tercampur dengan yang bersih. Handuk disatukan ke baju ganti yang akan dipakai duluan.

Kedua,  Stratifiying. Semua barang diurutkan sesuai kapan dipakai, yang paling terakhir dipakai akan diletakkan paling bawah.  Karena Sabiq si enam tahun ini masih suka acak-acak,  akan lebih baik kalau dia buka tas dan langsung ketemu barang yang dia mau ambil daripada semua diacak-acak. Baju yang mau dipakai hari terakhir saya letakkan paling bawah, setelah itu sepatu yang juga akan dipakai belakangan, baru setelah itu selimut, baju ganti dan alat mandi. Buku dan alat tulis dimasukkan belakangan. Alat sholat (sajadah dan peci)  saya letakkan di rits luar tas karena ini yang akan sering dipakai. Botol minum saya letakkan di luar supaya lebih mudah dijangkau. Terakhir bantal,  Sabiq mau bawa bantal leher aja supaya ga banyak bawaan. Oiya, semua diberi label nama supaya kalau hilang bisa langsung kembali tanpa woro-woro di grup yang bikin tengsin.

Alhamdulillah berhasil packing: 2 stel baju, selimut,  bantal,  alat mandi,  sajadah,  botol minum,  buku,  juz amma,  alat tulis,  handuk dan kudapan dengan satu tas ransel sekolah saja. Semoga besok lancar mabitnya… 

Something Bother, Something Interesting, Story of The Story

Tentang Kebesaran Allah

Hari ini tersentuh dengan satu ayat di surat pertama juz 30. An Naba ayat 37

رَّبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا – 78:37

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. 

Hati rasanya penuh, rasanya seperti melihat keluasan bumi dan langit ini, dan baru terlihat siapa pemiliknya. Allah yang memelihara langit memelihara bumi,  memelihara yang ada di antara keduanya… betapa hebatnya,  betapa sibuknya,  Allahuakbar….

Rasanya diri sendiri kecil sekali.  Jadi teringat kisah Nabi Musa,  yang hendak melihat Allah dan Allah bilang gak bakal sanggup.

Allah yang memelihara bumi ini Maha Pemurah, ya Maha Pemurah.  Kita berdosa,  kita bandel, kita malas pun Allah masih kasih kita oksigen. Beneran loh,  kan Allah yang memelihara semua ini, terserah Allah kan kalo tiba-tiba pengen nyabut oksigen di suatu tempat. Seburuk apapun cara kita mendapat rezeki Allah masih kasih… 😭

Tadi nangis kaya bahagia ga terkira gitu ya dihadapkan sama kebesaran Allah,  di statement terakhir tiba-tiba jadi ketakutan sendiri.  Laa yamlikuna minhu khitoba…,  ga ada yang bisa bicara kepada Allah karena takut,  kecuali yang diizinkan.  Ya Allah,  kok sedih banget ya kayanya,  udah ketemu tapi ga bisa ngomong karena takut banyak dosa. 

Suasananya dibuat mirip sekali seperti di surat Al Fajr ayat 21-26.

Jangan berbuat (demikian). Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedangkan malaikat-malaikat berbaris-baris, dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kira-nya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

ya Allah,  ada dimana aku nanti… 

Prakasatya

Terapi Wicara #1

Kemarin 7 Februari 2018,  saya dapat sms dari Klinik ASA mengingatkan jadwal terapi wicara Syahmi hari ini. Kami berangkat jam 07.30 hari ini Ayah cuti setengah hari jadi bisa nemenin ke klinik.  

Sampai di klinik mbak terapisnya udah nunggu dan menyambut Syahmi. Anaknya happy happy aja dan langsung nyelonong sama terapisnya. Ibun sama Ayahnya ga dilirik lagi. Terapinya di lantai dua, ada dua ruangan khusus untuk terapi wicara.  

Ruangan Terapi Wicara

Tepat di sebelah pintu ada kaca kecil untuk melihat ke ruangan terapi. Syahmi langsung duduk di “kursi kurungan”  😆 apa ya ga tau namanya. Langsung main puzzle,  flash card, dll. Sebenernya mungkin bisa dilakukan sendiri di rumah ya, tapi memang indikatornya yang ga paham.

Kursi khusus terapi wicara

Untuk anak yang fokusnya kurang duduk di kursi ini challenging banget kata temen yang anaknya juga pernah terapi. Alhamdulillah 10 menit pertama dia mau duduk, habis itu udah angkat-angkat kaki tapi mbak terapisnya bisa nahan dengan mainan-mainan.

Satu jam berlalu ga berasa dan Syahmi ga mau pulang dong,  udah turun ke bawah minta naik lagi. Okay,  semoga lima pertemuan ke depan udah beres deh jadi ga perlu lanjut lagi 😆

Tadi pulangnya dikasih tas sama buku catetan terapi hari ini dan PR yang harus ditindak lanjut di rumah.  Syahmi masih harus memperbaiki pengucapan “ng” dan mulai merangkai dua kata kerja dan kata benda. 

Bismillah… 

Prakasatya

Sekolah Online Buat Syahmi

Pilih sekolah tuh gimana ya… kemarin kita udah daftarin Syahmi ke Sekolah Identik di Jl.  Mesjid Ciater (Ini nanti direview kalo beneran jadi sekolah disana).  Semuanya menurut saya udah OK banget, Syahmi juga udah diterima.  Tapi karena kondisi Syahmi yang ternyata masih sulit berkomunikasi dan kondisi finansial juga yg membuat saya harus memilih salah satu jadi kami memutuskan untuk fokus di terapi dan mengejar ketertinggalan Syahmi dulu.

Ditengah kegalauan itu saya menemukan info tentang PAUD Online yang diasuh teman-teman SAI.  Berikut infonya:

🌻🌻🌻🌻🌻

*PAUD Online SAI * ini adalah sistem *_homeschooling_* ala sekolah formal dengan ijazah dan raport resmi, program dari *SAI (Sahabat Anak Indonesia)*

🎀  🎀  🎀  🎀  🎀  🎀  🎀

*Sahabat Anak Indonesia* adalah program yang mengambil fokus kepada pemberdayaan muslimah & ibu agar lebih berdaya ketika membersamai ananda. (http://www.sahabatanak-indonesia.com )

🎀  🎀  🎀  🎀  🎀  🎀  🎀 

Segala aspek yang dibutuhkan untuk keperluan pembelajaran anak, sudah disediakan dalam bentuk modul yang akan diterima oleh orang tua setiap bulannya.

🌟 *1 bundel materi umum (sebanyak 240 lembar) yang berisi tentang:*

✅ *Berpikir cepat* 

✅ *Meluaskan wawasan anak*

✅ *Membuat anak percaya diri*

✅ *Merangsang kreativitas anak*

✅ *Mendorong anak aktif dan cerdas*

✅ *Belajar sains dengan menyenangkan*

🌟 *1 bundel materi Islam (sebanyak 36 lembar) yang berisi tentang:*

✅ *Asmaul husna*

✅ *Al-Quran*

✅ *Al-Hadits*

✅ *Adab*

✅ *Doa harian*

✅ *Dzikir*

✅ *Pengenalan ibadah* 

✅ *Sirah nabawy*

✅ *Kalimat thayyibah*

Selain *modul bulanan*, orang tua juga akan menerima:

*1. Raport resmi Himpaudi*

*2. Ijazah*

*3. Map portofolio anak*

*4. Map zipper*

*5. Sertifikat kegiatan* 

*6. Buku panduan*

*7. Pin*

Serta Kuliah via whatsapp tiap awal pekan yang mencakup materi tentang:

*✅ Pokok ajaran Islam untuk keluarga* 

✅ *Psikologi perkembangan anak* 

✅ *Basic principles of Islamic parenting*

✅ *Introduction of homeschooling*

✅ *Memilih kurikulum* 

✅ *Metode pembelajaran*

🎀  🎀  🎀  🎀  🎀  🎀  🎀

Di PAUD Online SAI orangtua masing-masing yang akan mendampingi proses belajar anak di rumah. Dengan intruksi kegiatan dari mentor harian di grup WA SAI, dan *Ibu pun tinggal transfer ilmu ke putra-putrinya…* 

🌼🌻🌼🌻🌼🌻🌼🌻🌼🌻

📝 *BIAYA*

*Biaya pendaftaran*

*Usia 2-6 tahun : Rp 400.000*

*Usia 7-9 tahun : Rp 450.000*

 *untuk mengikuti program SAI selama 6 bulan.*

🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈

*Biaya modul bulanan hardcopy :*

*Usia 2-6 tahun : Rp. 150.000/bulan*

*Usia 7-9 tahun : Rp. 200.000/bulan*

*(belum termasuk ongkir dari Bandung)*

*Biaya modul bulanan softcopy* :

*Usia 2-6 tahun : 100.000/bulan*

*Usia 7-9 tahun : 150.000/bulan*

🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈

📆 *Pendaftaran SAI #batch3 dibuka mulai bulan Desember 2017 – 16 Maret 2018*

📅 *Pembelajaran SAI #batch3 akan dimulai pada bulan April 2018*

Karena kuotanya yang terbatas saya cepet-cepet daftar dong. Kapan lagi bisa jadi guru buat anak sendiri tapi disupport full sama lembaga resmi. Ini program yang bagus banget buat aku sih. Soalnya jujur aja selama ini sebenernya udah mau bikin ini itu tapi setelah beberapa hari trus stag ga tau mau ngapain lagi :smile:.

Sempet kaget juga pas tanya gimana dengan kondisi Syahmi yg agak terlambat. Ternyata ada grup sendiri untuk support Special Needs. Bisa konsultasi dulu untuk kegiatan yang sesuai dan alhamdulillah akhirnya bisa match.  Syahmi bisa masuk,  tapi kurikulumnya di downgrade ke usia 2-3 tahun. Karena dia belum terlalu paham perintah kompleks.

Bismillah,  ini ikhtiar-ikhtiar kami untuk membersamai anak kami.  Semoga nanti ketika ditanya oleh Allah tentang amanah ini,  kami yang banyak kekurangan ini bisa menjawab dengan sebaik-baik jawaban… 

Prakasatya

Cek Skala Syahmi

Inget pernah cek skala kematangan Sabiq,  sekarang mau cek juga untuk Syahmi

UMUR 0-1 TAHUN
1. Tidak lagi ngiler (DONE)
2. Minum dari gelas/cangkir dengan dibantu (DONE)
3. Berteriak-teriak (DONE)
4. Minta perhatian orang lain (ingin diajak bicara dsb) (DONE)
5. Mengamati dengan mata (DONE)
6. Menggunakan/menirukan suara (DONE)
7. Mengikuti perintah-perintah sederhana (DONE)
8. Memegang benda-benda yang berada dalam jangkauan (DONE)
9. Mencapai benda-benda yang dekat (DONE)
10. Menyibukkan diri sendiri tanpa dibantu (DONE)
11. Memegang antara ibu jari dan jari-jari (DONE)
12. Mengimbangkan kepala (DONE)
13. Berguling (DONE)
14. Menarik diri sendiri untuk berdiri (DONE)
15. Berdiri sendiri (DONE)

UMUR 1-2 TAHUN

1. Tidak digendong (DONE)
2. Membuka kaos kaki(DONE)
3. Mengunyah makanan (DONE)
4. Minum dengan gelas/cangkir tanpa bantuan (DONE)
5. Makan dengan sendok (DONE)
6. Membedakan bahan-bahan yang dimakan (DONE)
7. Mengupas makanan/membuka bungkus gula-gula 
8. Bermain-main dengan anak lain (DONE)
9. Mengetahui nama-nama benda yang umum (DONE)
10. Bercakap-cakap dengan kalimat pendek 
11. Mencoret-coret dengan pensil atau kapur 
12. Memindah-mindahkan benda (DONE)
13. Mengatasi halangan-halangan sederhana
14. Mengambil atau mebawa benda-benda yang dikenal 
15. Berjalan-jalan dalam kamar tanpa bantuan (DONE)
16. Berjalan keliling dalam rumah/pekarangan (DONE)
17. Menaiki anak tangga/trap tanpa ditolong (DONE)

UMUR 2-3 TAHUN

1. Minta pergi ke belakang (WC) (DONE)
2. Mengeringkan tangan (DONE)
3. Menanggalkan pakaian 
4. Memakai baju atau pakaian tanpa bantuan 
5. Makan dengan sendok tanpa berceceran 
6. Mengambil minuman tanpa dibantu (DONE)
7. Menceritakan pengalaman 
8. Mengatakan sesuatu keinginan (DONE) 
9. Berprakarsa sendiri untuk memulai permainan 
10. Menghindari bahaya-bahaya yang sederhana 
11. Memotong-motong dengan gunting 
12. Dapat mengenal tempat (DONE)

UMUR 3-4 TAHUN

1. Minta pergi ke WC (DONE)
2. Mengancing baju atau pakaian
3. Mencuci tangan tanpa bantuan
4. Minta tambah makan (DONE)
5. Mengambil alat-alat makan dan minum sendiri tanpa dibantu
6. Memilih permainan atau barang untuk dirinya (DONE)
7. Menunjukkan suatu aktivitas kepada orang lain (DONE)
8. Bermain-main bersama pada tingkat taman kanak-kanak
9. Menceritakan pengalaman-pengalaman kecil
10. Membantu pekerjaan rumah tangga 
11. Naik turun trap lantai rumah tanpa dibantu (DONE)
12. Pergi ke lingkungan tetangga tanpa diantar 

Ternyata keterlambatan Syahmi cukup banyak ya. Nanti update lagi setelah terapi.