Vanish (Part 10)

Sepuluh

“Assalamu’alaikum, Chan-chan…”

“Vi ! Aku lagi di jalan, kamu jangan pingsan lagi ya, aku bakal nyampe sana dalam lima menit ! “

Aku tertawa kecil sambil mematikan ponselku. Aku baru bisa membuka mataku lagi sepuluh menit yang lalu, dan yang pertama kali kutemukan adalah wajah mamaku. Memelukku sangat erat sambil berderai air mata. Parents, orang yang takkan pernah meninggalkanku walaupun mungkin seluruh dunia memusuhiku.

Aku langsung menelepon Chandra. Entah kenapa selalu, saat aku sedang merasa sendiri, saat aku merasa butuh bicara, aku akan teringat pada Chandra. Berharap dia mau mendengarkanku. Aku tidak begitu ingat kenapa aku jatuh, yang pasti kepalaku sangat nyeri.

“Ma, Mama sepertinya lelah. Sebaiknya Mama istirahat saja. Vi udah nggak apa-apa kok”

“Mama baru datang tadi pagi. Yang ada terus disini itu Chandra. Dia sedang keluar, mau sholat dhuhur dulu katanya “

Tidak lama kemudian Chandra muncul dengan wajah sumringahnya. Aku geli melihatnya. Entah kenapa sejak aku membuka mataku tadi, seperti ada beban yang hilang dari pundakku.

“Itu dia, Mama sholat dulu ya !

“Tante makan dulu, atau mau sholat dulu?” Chandra senyam-senyum tidak jelas.

“Sholat dulu Ndra, kamu temani Vias dulu ya! „

“Siip tante, saya memang temannya Vias kok, jadi pasti Vias aman!”

Mamaku beranjak keluar. Chandra duduk di sisiku.

“Vanisha…vanisha…” Chandra menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Makasih ya Chan-chan…”

“Makasih? Untuk apa?”

“Nggak tau, tapi aku ngerasa save kalau ada kamu”

“Emang aku sabuk pengaman!”

“Hampir bisa dibilang begitu, he..he… Eh, gimana Saras?”

“Nggak tau Vi, kemarin dia aku tinggalin. Kamu sih, pingsan segala. Kalau kamu mau sama aku nggak usah sok nyuruh-nyuruh aku pergi sama Saras gitu.”

“Geer kamu!”

“Vi, janji ya! Kalau kamu udah keluar dari sini kamu harus cerita semuanya.”

“Cerita apa Ndra!”

“Udah nggak usah bohong! Aku sayang sama kamu Vi. Kamu fikir kamu begini dan aku nggak tau kamu kenapa itu nggak membuatku tersiksa? ”

“Ada hal-hal yang seharusnya bisa kuselesaikan sendiri kan Ndra! ”

“Seharusnya! Tapi kamu tersiksa kan? Dan kamu menyiksaku karena nggak tau apa yang membuatmu tersiksa. ”

“Iya…iya…nanti aku cerita semuanya. Terserah kamu mau tanya apa, aku bakal jawab semuanya. Tapi aku mau istirahat dulu ya! Kacau nih, seharusnya kan aku masuk kerja sekarang! ”

“Sayangnya aku sudah memperpanjang cutimu. Kemarin sore Galih kesini. Dia khawatir banget, jadinya dia mengajukan cuti lagi untukmu sesuai anjuran dokter. Seminggu lagi ”

“Seminggu lagi? Galih…kesini? ”

“Kok, kamu seneng banget Vi? Jangan-jangan kamu menolakku gara-gara dia ya?”

“Cemburu…. Nggak Ndra, tapi menurutmu dia gimana?”

“Em…delapan deh! Tapi dia itu kebagusan ah buat kamu!”

“Iya sih…tapi…kalau dia suka sama aku gimana?”

“Terserah kamu, aku siapa sih!”

“Mm…ngambek…aku janji deh seminggu ini buat kamu. Sebagai tanda terima kasih nemenin aku waktu nggak sadar.”

“Kok kamu tahu, jangan-jangan kamu pura-pura pingsan ya!”

“Enggak Ndra! Itu tadi kata Mama…”

“Udah, kamu tidur aja. Aku mau makan he..he..”

“Curang kamu, aku juga kan belum makan dari kemarin!”

“Kamu nanti, tunggu jatah dari rumah sakit. Sabar ya!”

Kepalaku sudah mulai nyeri lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bercanda dengan Chandra.

Aku masih bingung, apakah aku harus tetap melaksanakan keputusan beratku ini. Tapi, seharusnya masalah ini sudah berakhir kemarin, seandainya aku tidak pingsan dan merasa sepusing ini. Aku seharusnya kemarin bertemu dengan Faras dan mengakhiri semua ini. Tapi, sepertinya Chandra tidak akan membiarkanku menemui Faras. Aku yakin, delapan puluh persen Faras dan Rizal sudah kesini kemarin. Chandra adalah orang yang paling sensitif dengan sikap orang lain. Aku tahu dia pasti sudah mencium hal-hal tidak wajar yang sempat terjadi antara aku dan Faras. Aku sepertinya memang harus menceritakan semuanya kepada Chandra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s