Vanish (Part 8)

Delapan

“Vi, maaf aku harus menemuimu sehari sebelum perjanjian, karena aku ingin bicara. Ini tidak bisa ditunda sampai besok.” Chandra tiba-tiba bicara tanpa jeda saat aku membukakan pintu.

It’s okay, lagipula aku masih cuti kok.”

“Kamu sudah punya jawaban?”

“Em…, sudah, tapi kamu dulu saja yang cerita, ada apa?” aku mempersilahkan Chandra duduk.

“Aku ya? tapi…kamu saja Vi. Em… baiklah aku dulu,”

“Sebelumnya maaf lagi Vi, ada kunjungan mendadak pagi-pagi begini,”

Aku melihat jam di telepon genggamku, masih pukul 06.15. Terlalu pagi untuk bertamu memang.

Easy Ndra, kamu sudah sering kesini kan.”

Aku sedikit menebak apa yang ingin Chandra bicarakan. Dia terlihat aneh, ada aura gembira, meluap-luap, tapi ada kebimbangan luar biasa dari gerak tubuhnya. Unpredictable…

“Vi, aku…aku kemarin bertemu…Saras.” Chandra menghentikan ceritanya. Sesaat hening, aku tersenyum sambil memasang wajah menanti kelanjutan ceritanya. Saras, jadi itu…

“Vi, Saras datang ke studio. Dia ternyata mencariku. Dia bilang dia baru selesai kuliah, di Bali.” Chandra menghentikan ceritanya lagi.

“Selamat Ndra, akhirnya kamu menemukannya. Eh, dia menemukanmu.” Entah kenapa aku jadi canggung.

“Vi, tapi rasanya aneh, seharusnya aku senang kan? Seharusnya aku puas, tapi… tapi entah kenapa aku malah merasa bersalah, dan ingat kamu…”

“Ingat aku?”

“Aku tidak mengerti Vi, dia menanyakan kabarku, dia menanyakan apakah aku sudah menikah, dia menanyakan apakah aku pernah sedetik saja mencintainya…”

“Lalu, kamu sudah menyatakan perasaanmu kan?”

“Bagaimana bisa, aku kan sudah bilang aku malah merasa bersalah dan resah menebak-nebak jawabanmu,”

“Mungkin kamu merasa bersalah karena sudah memintaku menikah denganmu. Itu seperti menghianati perasaanmu sendiri kan Ndra? Karena yang kamu tunggu itu sebenarnya Saras.”

“Aku masih tidak mengerti Vi, sebenarnya perasaan yang mana yang aku hianati.”

“Waktu Saras bertanya tentang perasaanmu kamu menjawab apa?” aku mengalihkan pembicaraan.

“Aku bilang…mungkin…”

“Chandra! kamu baru saja kehilangan kesempatan untuk mengakhiri penantianmu. Dia masih mengharapkanmu?”

“Mungkin…, dia mengajakku makan siang pukul 13.00, hari ini. Vi, kamu belum memberitahu jawabanmu…” Chandra memandangku.

“Ndra, aku yakin Saras lebih baik dari aku. Jadi mungkin sekarang aku belum bisa menerimamu. We’re still friend…” aku tersenyum. We’re still friend. It’s more than everything. I love you so…my friend.

“Kamu siap-siap sana, make she fall in love with you once again.”

Chandra beranjak dan berpamitan. Dia berulang kali menoleh ke arahku. Aku berdoa dia baik-baik saja.

Aku lega sudah mengatakannya. Saras berhak mendapatkannya, mungkin tinggal masalah Faras. Aku akan menemuinya besok, mudah-mudahan semuanya lancar.

Sarang Hae Yo…lagu kesukaanku. Aku memutarnya sepanjang perjalanan ke rumah sakit. Belakangan ini aku merasa sangat tidak sehat. Mungkin aku memang butuh check up. Tapi aku berniat ke sebuah tempat, sebuah menara di kampusku dulu. Tempat itu satu-satunya yang ingin aku kunjungi saat ini.

Angin disini lumayan kencang. Kadang aku ingin berteriak sekencang-kencangnya disini, tapi itu tidak pernah bisa kulakukan. Hidupku mungkin hanya seperti ini. Kadang aku hanya ingin sedikit berarti bagi orang lain. Kadang aku terlalu bodoh, sampai akhirnya malah menyakiti semua orang.

Kadang aku terlalu takut untuk tahu, hingga akhirnya yang muncul hanya prasangka-prasangka, and I broke myself. Kadang aku lebih suka menyendiri dalam kegelapan, walaupun begitu banyak cahaya disekitarku, karena aku takut ketika aku meraih salah satu lentera semua cahaya akan redup karena kegelapan dalam diriku. Life is beautiful if you think like that.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s