Vanish (Part 9)

Sembilan

“Vias? Maaf kamu siapa? Danang? Pingsan? Sekarang dimana?”

“Kenapa Ndra?”

“Saras, maaf. Aku sepertinya harus pergi. Maaf tidak jadi menemanimu makan siang.”

“Tapi, Ndra!”

Chandra berlari, ada rasa cemas. Yang dilakukannya hanya mengendarai mobil secepat mungkin. Menelepon Rizal dan Pras.

Ada yang menusuk-nusuk hatinya, firasat. Vias, vanish?

“Vias…Vias…”

“Maaf, dia sedang tidak sadarkan diri. Agak terlambat dibawa kesini. Ada komplikasi pada ginjal dan jantungnya. Menurut analisis sementara metabolisme tubuhnya agak kacau. Mungkin terlalu berat untuk ginjalnya yang hanya sebelah. Ada kemungkinan dia kelelahan atau tertekan, aliran darahnya kacau.”

“Ginjalnya hanya sebelah?” Chandra meyakinkan pendengarannya. Viaskah? Chandra mulai menyadari hari itu, saat operasinya berlangsung aku memang tidak ada disana.

“Chandra, apa dia baik-baik saja?” Rizal dan Faras menghambur ke arah Chandra dan Vias.

“Dia…entahlah Zal.”

“Vias, Apa ini karena aku? Aku merasa bersalah padanya Zal, aku mungkin sudah menekannya dengan pertanyaanku.” Faras terisak.

“Pertanyaan?” Rizal berpaling kepada istrinya.

“Untuk menjadi istrimu…, maaf Zal. Aku tidak mengatakannya padamu.” Faras meraih tanganku.

“Kamu, menanyakan itu pada Vias?” Rizal sedikit kecewa pada Faras.

“Aku tidak menemukan wanita lain yang begitu mengerti kamu Zal!” Faras mulai terisak.

“Tapi, apa kamu tidak menghargai Vias, dia itu sahabatku Ras… dia tidak seharusnya mendengar hal apapun yang telah kau katakan padanya.”

“Kalian! Sudahlah, sebaiknya kalian pulang dan selesaikan masalah kalian di rumah. Vias biar aku yang mengurusnya. Aku tidak ingin ketika Pras dan keluarga Vias datang mereka malah melihat pertengkaran kalian!” Chandra emosi.

Faras dan Rizal akhirnya memutuskan untuk pulang. Chandra tidak habis fikir, apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam persahabatan ini. Apa sebenarnya yang tidak diketahuinya. Apakah aku menyimpan begitu banyak beban dalam hati dan fikiranku sampai aku begitu tertekan. Chandra mengambil secarik kertas yang jatuh dari genggamanku.

Bumi tempatku berpijak,

Mama, Papa, terima kasih untuk semua yang kudapatkan. Mungkin aku tak pernah memberikan hal yang berarti bagi kalian. Terima kasih menjadi orang tua terbaik, masa kecilku yang indah. Aku sangat bersyukur. Kalian selalu mengajariku untuk berfikir, memilih yang benar. Kalian tak pernah menolak inginku. Tak pernah marah jika ku terjatuh, hanya selalu ada untuk memelukku.

Mas Pras dan Tyas, terima kasih untuk menjadi saudara yang baik. Mungkin aku tak ada saat kalian butuh orang untuk berbagi. Tyas, mungkin aku tak sempat hanya sekedar mendengar cerita tentang teman-temanmu, mendengar kisah cinta pertamamu. Mas Pras, mugkin aku terlalu egois untuk hanya sekedar bertandang ke kamarmu, menanyakan gedung hasil rancanganmu.

Rizal, Chandra terima kasih untuk semua yang kudapatkan. Mungkin kalian hanya memberi seadanya, tapi aku menerima begitu banyak. Persahabatan ini, perasaan ini, rasa sayang ini. Maaf untuk tidak selalu ada, jika kalian membutuhkanku. Maaf terlalu banyak menyusahkan kalian. Aku selalu jadi teman yang merepotkan. Maaf pernah berhianat, mengharapkan lebih dari kalian. Hanya persahabatan ini, yang bisa aku berikan.

Faras, maaf mungkin tanpa sadar pernah menyakitimu, pernah membuatmu cemburu, tapi aku menyayangimu, dan Fathiyya kecil. Dia selalu ada dalam hati kita. Ingat saat pertama kali kita berdua melihat senyumnya? Dia secantik kamu.

Semua orang yang pernah membuatku tertawa, membuatku menangis, terima kasih, karena setiap yang kalian lakukan memberi warna pada hari-hariku. My life is beautiful, I think like that.

Chandra membaca kertas itu berulang-ulang. Ia bertanya-tanya apa aku merencanakan untuk bunuh diri? Chandra memandang wajahku, dia jadi merasa begitu bodoh. Kenapa wanita di depannya ini bisa berfikiran sebodoh itu, dan ia mulai faham kalau aku memang menyembunyikan sesuatu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s