Sister Complex (part 2)

“Assalamu’alaikum !” aku setengah berteriak.

Rumah sudah sepi karena ini hari Kamis yang berarti papa pulang maghrib dan nggak ada Zalie. Just me and Mom!. Aku langsung ke dapur, karena perutku sudah mulai meraung-raung. Maklum hari Kamis adalah hari paling membosankan sedunia, karena pelajaran eksak seperti Fisika dan Matematika mendapat tempat jam pertama dan terakhir. Benar-benar menguras tenaga fisik dan otak.

“Wa’alaikumussalaam, kamu kok pulangnya telat? Ketinggalan bis lagi? Udah sholat kan?”, mama yang sedang bereksperimen dengan resep barunya langsung memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah kuduga akan ditanyakan.

“Iya ketinggalan bis! Biasa, kalau hari Kamis pelajaran terakhir kan Fisika, kalau gak telat pulang ya pulang sebelum jamnya. Gurunya sih!, suka nggak datang. Sekalinya datang aja, dipaksain deh materinya habis. Padahal kelas udah rame sama suara perutnya anak-anak.” Aku mencomot sepotong pudding jagung yang dari tadi sudah menggoda.

“Zie, tadi Echie telepon,” aku langsung tersentak dan tidak jadi beranjak.

“Echie ma!, yah lewat deh kesempatan ngobrol. Dia ngomong apa Ma!,” aku kembali mencomot pudding jagung sepotong lagi.

“Echie bilang tadi dia baru ngirim surat, mungkin baru sampai dua atau tiga hari lagi. Dia juga titip salam sama kamu dan teman-teman sekelas plus Zalie.” Mama masih mengaduk-aduk adonan tepung terigu dan sayur-sayuran.

“Pasti deh Zalie nggak ketinggalan!,” aku beranjak dari kursi dan hendak ke kamar.

“Tadi Andri juga telepon, katanya nanti dia mau kesini pinjam catatan Matematika.” Mama melanjutkan informasinya.

“Ah, tuh orang ngegangguin mulu’. Kenapa sih harus pinjam catatan segala!,” aku ngeloyor ke kamar dengan sebal.

10 Februari 2005,

Hari ini Echi telepon, tapi bukan aku yang nerima. Akhirnya ada kabar juga. Tapi, gila juga tuh anak telepon interlokal siang-siang. Katanya dia ngirim surat dan bakalan sampai dua atau tiga hari lagi. Kangennya…, tapi pasti deh dia nggak lupa buat salam ke Zalie. Dasar tuh anak, waktu ada di sini aja sok malu-malu. Giliran sekarang udah jauh baru deh kangen.

Satu lagi, si Andri, tuh orang asli nyebelin. Kalau di sekolah caper(cari perhatian-red)nya minta ampun. Sekarang pake acara pinjem buku segala lagi!. Kata anak-anak sih dia suka sama aku. Tapi, kalau gayanya kaya’ gitu siapa juga yang nggak serem. Emang sih dia baik, tapi nyebelin!. Coba aja ada cowok di kelas yang kaya’ Zalie dan suka sama aku…. Sayangnya dia kakakku…aku cemburu nggak ya kalo’ dia nikah ntar…

“Assalamu’alaikum,” terdengar suara laki-laki di pintu depan.

“Zie…, ada Andri…,” Mama berteriak dari ruang tamu. Duh, nih orang ngeganggu aja.

“Iya Ma…, sebentar.” Aku langsung menarik buku catatan matematika dari tas yang kuletakkan begitu saja di meja, dan buru-buru keluar. Aku pengen ini semua cepat selesai.

“Hai Zie, tadi aku telepon belum nyampe rumah ya?”, Andri masih berdiri di depan pintu ketika aku menghampirinya.

“Belon, lagi di jalan. Nih bukunya!, kamu tadi ngapain sih, kok nggak nyatet?” aku nggak bisa menyembunyikan sikap sebelku.

“Aku nyatet kok, tapi banyak yang ketinggalan, Bu Ditya kan kalau nulis dan nerangin ekstra super kilat. Jadi catatanku berantakan. Catatan kamu kan biasanya rapi.” Andri masih nyengar-nyengir nggak karuan, dikirainnya ganteng apa?. Astaghfirullahal’adhiim, kok aku jadi sewot gini sih.

“Kaya’nya kamu salah orang deh Ndri, catatanku juga berantakan. Seharusnya kamu lihat catatannya Tiwi, dia kan rapi banget.” Akhirnya aku bisa sedikit menutupi kekesalanku. Tapi, sepertinya ekspresi wajahku nggak mendukung.

“Nggak apa-apa deh Zie. Lagian catatan Tiwi pasti udah banyak yang ngantri.” Andri masih cengar-cengir, sekarang ditambah ekspresi malu-malu. Lama-lama aku jadi geli juga ngelihatnya.

“Ya udah nih, jadi minjem nggak? Aku ngantuk banget mau tidur siang. Ntar sore masih ada bimbingan.” Aku menyodorkan buku yang sejak tadi kupegang kepada Andri. Andri meraihnya dan aku langsung berbalik.

“Eh Zie, tunggu!,” Andri menghentikan langkahku sehingga aku berbalik lagi.

“Apa lagi Ndri?”, aku sudah cukup sabar menghadapi Andri. Sejujurnya aku juga menahan tawa karena kelakuan anehnya sejak tadi.

“Zie, kamu hari Sabtu malem ada acara nggak? ada film drama baru di bioskop tentang Valentine. Kata anak-anak yang udah nonton bagus banget. Em…kamu…” Andri jadi salting. Sejujurnya aku sudah tahu arah pembicaraanya, dan sedikit shock, ternyata Andri berani juga.

“Aku kenapa Ndri?. Kamu ngajakin aku nonton ya?”

Andri mengangguk sambil tetap cengar-cengir.

“Maaf Ndri, aku udah janji ma Zalie, mau nganterin dia ke toko buku. Maaf ya, lagian aku nggak terlalu suka film drama, aku lebih suka film action!” aku langsung berbalik dan menutup pintu agak keras, sadis banget ya aku!.

“Aku pulang ya Zie, makasih bukunya, besok aku balikin. Assalamu’alaikum.” Andri akhirnya berpamitan setelah beberapa saat terdiam. Duh, aku jadi feeling guilty juga nih, seharusnya aku nggak sesadis itu.

10 Februari 2005, 14.23

Hmh….aku udah maksain diri buat tidur, tapi tetep nggak bisa. Kejadian tadi buat aku benar-benar feeling guilty dan takut. Andri itu kan orangnya muka tembok dan nekat. Gimana kalau aku ketahuan bohong janji sama Zalie. Tuh orang juga nggak jelas minggu ini pulang apa enggak. Padahal lagi liburan tapi tetep aja pergi ke kampus.

Sebentar lagi harus pergi bimbingan lagi…, aduh Echie, aku jadi kangen banget sama kamu. Wah nggak ada cara lain, harus sms Zalie nih…

<Aslmlkm.Zalie,sbt plg ya,pntg!myngkut hdp&matiku.pls. bls.wslmlkm>

Send to GaNtEng. Delivered.

Awas aja Zalie kalau nggak mau pulang, aku bakal datang ke kampus. Ayo Zalie…, bales dong.

“Tiit..Tiit…,” akhirnya dibalas, Yess!

<Wlkmslm.Ada apa sh?sgtny.plg mslh Andri.ya kan?aq plg,tp ada syrtny.bsk km hrs ikt mentoring di skul plg sklh.aq cek loh!+tmnin+trktrn bl mjlh kmptr yg br.deal??>

Yah, ada syaratnya…,dasar kakakku ini. Ya udah deh, daripada…daripada…. Habis deh uang saku minggu ini.

Reply.

<Ya udh deal!cm iktn mntrg aja kan?mjlh kmptrny jg ok!tp hr sbt sblm dzhr hrs udh ada d rmh(:<) wslmlkm>

Send. Delivered

“Tiit..Tiit,” telepon genggamku berbunyi lagi.

New Messages. GaNtEng <OK Maniez.wslmlkm>

Akhirnya…, aku selamat juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s