Sister Complex (part 4)

Harusnya hari ini surat dari Echi udah sampai, tapi berhubung ini hari Sabtu paling baru nyampe Senin. Hari ini pelajaran terakhir Kimia, pelajaran mematikan dari Miss Sup, guru Kimia yang punya nama asli Supinem itu. Aku agak gerah kalau mata pelajaran ini soalnya Miss Sup itu sangat meng-a-nak-e-mas-kan Andri. Apa-apa Andri, tapi yang sebenarnya terjadi adalah anak-anak langsung melirikku sambil senyam-senyum ketika Andri dipanggil. Padahal kan nggak ada hubungannya sama aku. Makanya aku gerah. Terus yang paling aku sebelin setiap aku nggak bisa ngerjain soal di depan kelas aku selalu diselamatkan oleh Andri. Dia ngebuat aku tambah nggak suka pelajaran Kimia.

“Tugas minggu ini kalian buat paper tentang Kimia Lingkungan, jangan lupa minggu depan pre test tentang Kimia Organik. Fotokopi bahan Kimia Organik ibu serahkan ke Andri, nanti kamu koordinir ya Ndri! Sekalian untuk paper Kimia Lingkungan kamu saja yang menentukan kelompoknya. Sekian pertemuan hari ini. Jangan lupa minggu depan pretest. Selamat siang!” Miss Sup melenggang keluar dari kelas. Setelah dua menit pertama anak-anak langsung ribut.

Kok perasaanku nggak enak ya, apa karena yang nentuin kelompok papernya Andri.

“Zie, pasti Andri milih kamu di kelompoknya” Sarah teman sebangkuku membuat aku tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin.

“Em…apa iya Sar?” aku langsung teringat dua hari lalu saat Andri ke rumahku. Dia marah nggak ya? Aku bingung. Karena kemaren juga dia ngebalikin catatan Matematikaku lewat Sarah. Apa dia benar-benar marah? Setelah aku ingat-ingat dia memang nggak menyapaku udah dua hari ini.

“Zie!” tiba-tiba Andri menghampiriku. Keringat dinginku yang sebesar jagung menetes. Kaya’ gini ya rasanya feeling guilty?

“Iya Ndri?”

“Kamu sekelompok sama Diah, Egha, Raras, Jabar. Kamu PJ kelompoknya ya! Soalnya anak-anak yang laen nggak mau.” Andri langsung pergi, menghampiri anak-anak yang lain. Kok? Aneh! Andri jadi aneh, dia nggak pernah serius kaya’ gitu. Ah, yang penting aku nggak sekelompok sama dia.

Aku langsung sms Zalie. Sepertinya sih aman sampai ntar malem kalo’ ternyata sikap Andri kaya’ gitu. Tapi nggak apa-apa deh, aku kan mau ngasih kejutan ke Zalie, plus kakakku itu kan sibuk banget nggak pernah bisa menemaniku jalan-jalan. Kapan lagi coba aku ngedate ma Zalie.

<aslmlkm.udh drmh blm?aq bntr lg plg neh,kl blm drmh trktiran bkny ggl>

Send to GaNtEng. Delivered

New message. GaNtEng

<udh drmh dr jm10.bruan plg,mama bkn blackforest.hm…>

<tunggu aja…aq paling nyampe setengah jam lagi>

Send to GaNtEng. Delivered

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s