Kawah Domas, Tangkuban Perahu

Hm…tanggal 12 Juli kemaren, iseng sama beberapa orang teman dari berbagai bagian kehidupanq (halah…😀 ) berhasil juga buat jalan-jalan ke Bandung. Pagi-pagi jam 6 aq dan Rangiku siap-siap untuk ketemu dengan Hitsugaya dan Naruto, akhirnya dalam selang waktu yang cukup singkat qt berempat bertemu di tempat perjanjian dan berangkaaat!!

Sepanjang jalan tol qt gak ada yang tidur, soalnya kalau Rangiku udah cerita, ya mana bisa tidur, hehehe. Lagian kalau qt pada tidur, Naruto yang nyetir juga ntar ikutan tidur😦 (berbahaya buat semua orang). Obrolan qt sepanjang jalan, mulai dari cerita ortunya Rangiku sampai mitos km 69-73nya Cipularang. Akhirnya sampai di Pasteur, aq menghubungi Byakuya si penunjuk jalan (ceritanya), dan dia baru bangun😦 , padahal sebelumnya udah aq telpon tapi gak diangkat. Ternyata dia nunggunya rada jauh dari tempat qt keluar tol. Akhirnya qt masuk tol lagi deh…hahahaha. Yah itung-itung nunggu Byakkun siap-siap dulu.

Setelah nunggu beberapa menit, akhirnya ketemu juga sama Byakkun. Setelah bingung sesaat mau kemana dulu, akhirnya semua setuju untuk ke Tangkuban dulu. Qt sampai di pintu Tangkuban sekitar jam 10an. Naruto yang belum pernah ke Tangkuban, sedikit shock sama jalan masuk ke Tangkuban. Berkerikil dan berbatu, kesian juga siy si Avanza Ijo itu…:(

Setelah bersabar melewati hutan dengan jalanan berbatu itu, akhirnya sampai juga di puncak, dekat Kawah Ratu. Seluruh penumpang turun untuk pergi ke toilet terdekat, kecuali aq dan Byakkun. Setelah turun dari mobil, menghirup udara segar..foto2..lalu..decide mau naik atau mau turun?

Karena aq dan Rangiku udah pernah naik, jadi pada memutuskan untuk turun ke Kawah Domas. Aq siy udah tau konsekuensinya, karena kalau awalnya turun, pasti bakal membutuhkan tenaga ekstra untuk naik😀. Jarak dari tempat qt berdiri sampai ke Kawah Domas, kira-kira sekitar 1200 m alias 1,2 km. jadi naik turun sekitar 2,4 km. Mungkin bukan jarak yang bikin capek kalau jalan di tempat lurus, tapi yang jadi masalah kan…ini turun dan naik🙂

Akhirnya setelah sempat berhenti agak lama di km ke 0,6 sampai juga ke Kawah Domas. Hm, pemandangannya siy memang gak seberapa dibandingkan kalau ke atas. Tapi ya, cukup keren kok, apalagi air panas dan bau belerangnya, hehehe. Setelah memuaskan diri dengan istirahat dan melihat pemandangan di bawah. Baru deh perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Ayo kita nanjak!! :)) Ternyata yang jadi masalah kalau nanjak itu bukan kaki yang pegel, karena kalau udah lewat 600 meter udah gak kerasa lagi tuh pegel. Yang jadi masalah adalah nafas, ternyata untuk pendakian yang lumayan curam. (600 m pertama) nafasq gak tahan, alias tersengal-sengal. Mungkin karena jarang olah raga😦

Saat naik, qt naik sendiri-sendiri. Rangiku karena merasa jalannya paling lama akhirnya naik duluan, (tapi sampai di atasnya aq duluan siy🙂 ). Karena cowok2 itu merasa jalannya lebih cepat dan dapat menyusul, ya sudah akhirnya aq yang menysul Rangiku. Sekitar jam 13 lewat sekian, aq yang pertama kali sampai di puncak, sekitar 10 menit kemudian disusul oleh Hitsugaya, 15 menit setelah itu Rangiku dan Naruto baru Byakkun yang terakhir. Yang sedikit menyesakkan adalah, ternyata di 300 m dari bawah, ada jalan yang lebih dekat ke pintu keluar :(  hahahaha, mentertawai diri sendiri, yah tapi gpp lah. Jadi kerasa jalan-jalannya karena pegel. Hehehe…

Setelah berhasil keluar dari Tangkuban, qt sholat dzuhur di mesjid sekitar Lembang. Ditanya mau kemana lagi, hehehe sepertinya udah cukup capek, jadi maunya makan aja. Berhubung itu hari minggu dan udah sore, jadi deh qt kena macet. Di mobil semua pada diem, karena udah laper… :))

Karena gak ada rekomendasi tempat dari yang lain, Byakkun akhirnya menavigasi qt ke Kampung Daun. Belokannya sempat kelewatan dan kena macet lagi, wkkk…tapi akhirnya rasa capek dan jenuhnya terobati siy ketika melihat suasana di Kampun Daun. Arsi dan kampung banget…hijau, suara air, waaah…keren abis…ditambah lagi ditraktir ama Byakkun (thanks ya!😀 )

NB:

Karena postingan ini ditulisnya udah agak expired, jadi aq gak bisa mengekspresikan dengan benar keadaan saat itu. Ditambah memoriq rada kacau kalau disuruh ngurutin kejadian. Hehehe, jadi nanti kalau jalan-jalan lagi besoknya langsung kuposting deh. Plus, lupa foto-foto, karena sibuk deciding ini itu. Maklum, kurang matang dan  biar kesannya gak banyak yang disensor (padahal lupa) hehehehe… .:😀 :.

3 thoughts on “Kawah Domas, Tangkuban Perahu

    • Sorry baru dibales, hm… gak ada yang istimewa kok tapi suggest siy bawa air minum, ama uang kalau kebetulan laper dan nemu warung, hehehe…
      jangan lupa HP kalau-kalau tiba-tiba merasa sudah tidak kuat lagi…
      kalau punya penyakit gangguan pernafasan, jangan lupa obat ^_^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s