memoar senja

dan aku terjaga, saat lautan mendayu bersama senja
aku menemukanmu, tenang dan mesra
di tepian rawa sore itu..
hanya semilir angin tanpa ombak
kau terlelap di muara
hei lautan yang menjelma jadi telaga..
sampaikan salamku untuk sagaara,
semoga ia merasakan ketenangan yang sama,
sehingga gundah hatiku terbalas,
karena ia tersenyum disana.. ^^

Karatuang-Penajam, 26 Januari 2010

6 thoughts on “memoar senja

  1. Berikan aku satu saja kesempatan
    Untuk membiarkan ombakku menerjang awan
    Agar aku bisa mengerling pada pelangi dalam pertemuan hujan yang abadi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s