Praata Bhaaskara – Morning Sun

Dear cinta,
Disini mulai senja,
karena hadirmu memudar..

padahal baru semalam kau tak disini.
.

Pagi masih sepi, semburat matahari ungu juga masih malu-malu muncul menerjang gelap. Rembulan juga masih bertenger di posisinya, walau sinarnya kalah dengan sang bhaaskara. Aku sengaja keluar dari rumah, untuk menghirup udara yang bercampur dengan embun. Hm, pagi ini sejuk, dan mesra, tapi sayangnya kau tidak ada disini. Huff…, aku menghela nafas dalam, mengenyahkan semua sesak karena rindu yang memuncak… tak bisakah kuingat senyummu saja, karena sesungguhnya ini masih pagi, tak seharusnya kuawali hari ini dengan kesedihan. Kau hanya pergi sebentar saja kan sayang…
“Na, Nana…ngapain kamu di luar?”, suara mamaku terdengar menghapus lamunanku.
“Hm, nggak apa-apa kok Ma, nyari udara seger aja.” sahutku.

“Ya udah sarapan dulu sana, ada roti ama teh manis tuh,” lanjut mamaku.

“Heh?? masih pagi Ma, ntar aja lah… mau peregangan otot dulu, nyapu-nyapu gitu..hehe,” sahutku lagi sambil mencari-cari sandal.
“Hoi kak! sms niy”, si tengil Nyawang menghampiriku setengah berlari sambil menyodorkan ponselku.
“Sapa?” tanyaku.
“Hm, gtw, kayaknya siy dari nadanya yang norak itu dari tunanganmu itu tuh..,” Nyawang menyahut dengan nada mengejek.
“Heh, gitu-gitu kan calon abang iparmu tuh.”
“Ye, yang norak kan kamu, pasang nada sms kek gitu, bukan calon abang iparku.”
“Oiya, ya, hehehe…” sahutku sambil garuk-garuk kepala.
“Bales tuh, keburu ketiduran lagi dia nungguin kamu bales.” Nyawang ngeloyor pergi.

[cinta, dah bangun, lagi apa?]

Hm, ternyata dia kangen juga.

[udah sayang, aku lagi menikmati udara pagi sama embun-embun sambil lirik-lirik kamu yang malu-malu muncul dari timur. Bhaskaraku lagi apa? aq telpon ya..]

Aku terdiam sejenak, menunggu balasannya. Kadang merasa aneh sendiri, bermanja-manja dengan orang ini di pagi-pagi buta begini. Tapi entahlah, that’s a natural. Tak lama terdengar suara sms yang diklaim norak oleh adik semata wayangku.

[lagi mau olahraga, jangan deh…aq gak mau bawa HP, yang penting aq tau kamu baik-baik aja, have a nice day ^_^]

Hm, ada sedikit rasa kecewa, tapi yasudahlah, yang penting dia juga baik-baik saja.

[OK, kamu juga ya cinta..^_^]

Aku melanjutkan niat awalku untuk menyapu halaman sambil senyum-senyum sendiri. Nyawang yang mengintip dari jendela geleng-geleng kepala. Hari itu kulanjutkan dengan mandi, sarapan, sholat dhuha, mengecek email, kali aja ada panggilan dari beberapa lamaran pekerjaan yang aku masukkan. Setelah puas mencari-cari lowongan pekerjaan yang baru, aku lantas mencoba menghubungi Bhaskara.

[Assalamu’alaikum, hei, udah mau dzuhur niy, tadi sarapan apa?]

Tak lama setelah aku mengirim sms itu, suara azan zuhur terdengar, Bas belum juga membalas smsku. Aku lantas wudhu, kembali mengecek inbox, belum juga ada, aku lantas sholat dengan sedikit rasa galau. Ah mungkin lagi sibuk, atau ketinggalan kali ya hpnya. Aku menyibukkan diri dengan kegiatan rumah. Hari mulai sore, azan ashar sudah terdengar, Bas belum juga membalas smsku. Hm…tunggu jam 5 deh…mungkin HPnya memang ketinggalan.

Sekarang sudah jam 7 malam, Bas belum juga membalas smsku. Berkali-kali kutelepon, selalu sibuk. Kalau ketinggalan kan harusnya nyambung, tapi ini nadanya sudah langsung sibuk. Hm, mungkin memnag sibuk atau jaringannya lagi bermasalah. Tapi aku tidak bisa menyimpan rasa kekhawatiranku. Bas tidak biasanya seperti ini jika pun dia sibuk. dia pasti bilang dulu. Sehingga aku tidak sekhawatir ini. Jangan-jangan ada apa-apa. Aku semakin stress ketika menyadari Bas sedang keluar kota sendiri, menginap di hotel yang aku lupa menanyakan nama hotelnya, dan aku tidak tau siapa yang bisa kutanya keberadaannya.

Zrrrt…tiba-tiba ada suara sms masuk, aku langsung menghambur mengambil ponselku. Dari Bas, aku langsung bersyukur dalam hati dan tak sabar membukanya.

[jangan hubungi gw lagi.]

Hah? apa ini? gw??? Bas gak pernah kaya gini. Aku mengecek lagi sumber sms itu, benar itu Baskara. Aku langsung menelepon, minta penjelasan. teleponku di angkat, tapi tidak ada yang menjawab, hanya sunyi dan suara mobil yang lewat sesekali. Ya ampun, ini siapa, kemana Baskara?? Aku mencoba mengirim sms lagi, tapi gagal. Sepertinya sudah dimatikan. Ya Allah…

Aku menceritakan kejadian ini pada mama dan adikku, mereka bilang mungkin hpnya diambil orang dan belum ada waktu untuk menelepon. Hummm mudah-mudahan…that’s relieving.. Tapi gimana Bas tanpa ponsel? dia kan sedang tugas di luar kota…

Aku tidak bisa tidur malam itu, segala macam kemungkinan buruk menghantuiku. Aku mencoba menepis berkali-kali, kadang menangis, sampai aku lelah sendiri dan akhirnya tertidur.

Zzzrrrrtttttt….aku terbangun mendengar suara ponselku. Nomor tak dikenal, hm… mungkin saja Bhaskara.

“Halo”
“Halo, dengan Mbak Chandra?”
“Iya, ini siapa?”
“Ini Arka mbak,”
“Arka?” aku berfikir sejenak. Arka, adiknya Baskara..
“Arkaa….kamu tau kabar Baskara?”
“Hehe…iya Mbak, mau ngabarin…Mas Baskaranya udah dirumah.” Sahut Arka cengengesan.
“Hufff…gitu ya….baik-baik aja kan?”
“Iya, lagi capek katanya. Jadi aq yang disuruh nelpon Mbak”
“HPnya kemana kok gbisa dihubungi?”
“Diambil orang Mbak, trus biasa, Masku kan pikun, dia gak inget nomor orang satu pun. Makanya dia gak bisa ngehubungi sapa-sapa. Trus kemaren dia juga nyasar di sana, makanya sekarang kecapean, abis jalan berapa kilo gitu, soalnya lupa nginep dimana. Hehe…”

Aku speechless, memanglah tunanganku ini….

“Ya udah titip cubitin ya Ka, bilang awas kalo ketemu!!”
“OK Mbak…orangnya mah udah bikin pulau tuh di depanku. Hehe…”
“Ya udah, makasih ya Ka…”
“Yo…” Arka menutup telponnya.

Bhaskaraaaaaaa…….awas kamu kalo ketemu…😦

pratigina, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s