Perang Uhud

Rasulullah SAW gak seharusnya menerima perlakuan seperti itu

tentangku sambil menahan rasa sesak dan terisak. Ya Allah, kenapa aku jadi metal (mellow total – red) begini ya. Pagi ini, sambil sahur dengan sepotong roti dan secangkir susu cokelat aku membuka lagi buku itu “Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan” (MLPH – biar gampang soalnya panjang bener judulnya). Setelah kejadian kemarin, aku tau mungkin akan lebih banyak tangisan yang banjir gara-gara buku ini. Kali ini aku membaca Bab Dua dan Tiga “Surat Bahira” dan “Perisai Manusia”.

Bukit Uhud

Bukit Uhud - Wikipedia Indonesia

Semua berawal dari ramalan, Astvat-ereta – Maitreya – Bar Nasha – Maleccha – Hamada.. adalah manusia yang diramalkan akan memimpin dunia. Adalah Bahira, pendeta di Biara Bashrah yang menemukannya dan melihat tanda-tanda kenabian di diri Rasulullah SAW. Begitu terpananya Bahira terhadap Al Amin bahkan sebelum ia menjadi nabi. Ah, apakah aku juga akan merasakan hal yang sama jika aku hidup di zaman itu? Wallahu’alam bishowwab. Tapi, sekarang pun dengan selaksa jarak tempat dan waktu, kharismanya tetap membekas dalam setiap orang, yang bahkan mungkin bukan pengikut agamanya.

Perang Uhud, perang yang diwarnai nuansa kerakusan dan kelalaian akan perintah, memakan lebih banyak korban, karena kenikmatan sementara yang semu. Dua pejuang wanita, Nusaibah dan Ummu Sulaim, Anas putra Nadhr, Ali, Zubair, Thalhah, Abu Dujanah menemani Rasulullah hingga titik darah penghabisan. Dari pihak Quraisy ada Abu Sufyan yang oleh Tasaro dipanggil sebagai Ibn Qami’ah. Cerita epik ini mengesankan dan haru, tentang bagaimana seorang Rasulullah SAW menutupi lukanya karena sahabat-sahabatnya yang mengkhawatirkannya juga tengah terluka, bagaimana para sahabat yang merelakan jari, bahkan nyawa, ditebas oleh pedang-pedang lawan, bagaimana seorang ibu dan anak menjadi “perisai” bagi orang yang sangat mereka cintai, Rasulullah SAW…

Ikatan antara Rasulullah dan para sahabat, ya sahabat, bukan murid, bukan pengikut, mereka adalah sahabat adalah ikatan langit, dengan senyuman, janji surga, yang pasti dari seorang yang dicintai Allah, langit dan bumi, mereka tak takut dengan yang dinamakan mati. Karena mati bukan akhir, tapi suatu pintu, menuju keabadian dan surga. Rasulullah sendiri, makhluk yang dicintai Allah, manusia suci, yang namanya tertulis di Arasy bersanding denganNya bahkan sejak bumi dan langit belum diciptakan, tidak pantas rasanya dilukai, hingga meneteskan darahnya yang suci, amarah yang aku rasakan berubah menjadi tangisan, karena apa?  karena aku hanya bisa membaca sirahnya – dan terpana, aku belum mati rasa.

Ya, Rasulullah SAW gak seharusnya menerima perlakuan seperti itu


[Bab Kedua & Ketiga – “Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan”]
Cha, makasih rekomendasi bukunya,
Aku janji dalam hati, buku ini bakal jadi dongeng tidur anakku,
Jelas.. sebelum, pinokio, putri salju atau naruto..😉
Buitenzorg, 28 April 2010

3 thoughts on “Perang Uhud

  1. …Rasulullah sendiri, makhluk yang dicintai Allah, manusia suci, yang namanya tertulis di Arasy bersanding denganNya bahkan sejak bumi dan langit belum diciptakan…

    Maaf, itu sumbernya dari mana ya? Hadits atau apa ya mbak cher?

    • @ rismaka:
      Hadits kayanya, tapi aq lupa nanti aq cari deh sumbernya.
      Kalo gak salah inget waktu itu Nabi Adam AS ketika masih belum turun ke bumi pernah nanya “Muhammad itu siapa?”

      • @ rismaka:
        Baru nemu ini, salah ternyata bukan nanya, tapi dia liat, hehe…
        [Hadits Qudsi]

        Dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda :
        Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminta-Mu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku’. Lalu ALLAH berfirman:’Wahai Adam, darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?’ Adam menjawab:’Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tangan-Mu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruh-Mu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arsy tertulis laailaaha illallaah muhamadun rasulullah maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada nama-Mu kecuali nama makhluk yg paling Engkau cintai’. Allah menjawab:’Benar Adam, sesungguhnya ia adalah makhluk yg paling Aku cintai, berdoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu” – dishahihkan oleh Al Hakim

        Pembahasan dan penelusuran selanjutnya sendiri belum nemu Mas, mungkin ada referensi..
        Wallahu’alam bishowwab…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s