Cerita Fiksi Pertamaku

Aq mulai suka nulis fiksi sejak kelas dua SD, ketika pelajaran Bahasa Indonesia mengharuskan kita mengarang. Gak inget sejak SD kelas berapa aq udah punya diary dan lebih senang curhat sama diary daripada ke mama papa. Tapi belakangan siy lebih demen curhat ke mama papa soalnya orangnya jauh gak keliatan jadi g malu😆. Aq inget mulai nulis cerita fiksi yang agak panjang dan kompleks itu waktu kelas dua atau tiga SMP, usiaku waktu itu 11 atau 12 tahun. Ceritanya siy masih lebih berat ke persahabatan sama percintaan hedeh, anak smp . Tapi gak alay alay gitu kok hehehe..
Judulnya Virginia. Cerita ini cukup panjang dan kompleks karena seingatku sampai aku kelas dua SMA aq belum nyelesein tulisannya, tapi plot dan endingnya siy udah. Beberapa temen dan sepupu pernah aq liatin tulisan ini, tapi karena waktu itu nulisnya d buku diary, kecampur campur pas ketauan dibaca papa aq bakar deh tuh semua bukunya. Padahal sayang juga kalo diinget-inget. Ada tiga buku diary euy…
Ringkasan cerita:

Errie adalah siswa SMA yang  tomboy dan cuek, ia berteman dekat dengan tiga orang cewek (Ranti, Via, Ayu) dan satu orang cowok, Fandi, yang diceritanya dipacarin sama ketiga temennya. Tapi sebemermya pacarnya cuma Ranti siy, yang lain nebeng doang.🙂
Errie punya temen chat (jaman dulu masih pake MIRC, tahun 2000-2001) namanya Edo, yang ternyata sepupunya si Fandi. Tapi Errie baru tahu pas Edo jemput Fandi ke sekolahnya. Yah singkat cerita pada surprise gitu deh soalnya selama ini cuma tuker foto doang. Edo, Ranti, Ayu, Via dan Fandi secara berkala setiap tahun ikutan ajang pemilihan semacam jaka dara gitu deh (kayanya ini efek dulu sering baca gadis sama aneka yess). Dan biasanya Fandi dan Ranti seringnya menang. Dengan bujukan Edo, akhirnya Errie mau ikutan ajang ini dan didandanin layaknya putri dan akhirnya dia memenanfkan kontes itu, tapi dengan Fandi, bukan dengan Edo sebagai pemenang putranya.
Di chapter selanjutnya diceritakan tentang Ranti yang kecelakaan sepulang kontes karena kelalaian Fandi. Di chapter ini juga diceritakan tentang upaya pengakuan saling cinta dari Errie dan Edo. Akhirnya disela-sela kedukaan Ranti, Edo dan Errie jadian. Tapi cuma sesaat karena Edo harus kembali lagi ke kotanya.
Chapter selanjutnya mencerktakan tentang Ranti yang mulai kehilangan sosok Fandi, karena orangtuanya yang tidak terima atas kejadian yang menimpa anak mereka. Akhirnya Errie dan Fandi jadi dekat karena sering curhat. Lama kelamaan Fandi juga rasanya jatuh cinta pada Errie, tapi tidak sebaliknya, karena Errie setia pada Edo.
Chapter ketiga menceritakan tentang kembalinya Edo secara permanen, karena ia memutuskan untuk kuliah di dekat Errie tinggal. Ranti yang berangsur pulih juga berhasil meyakinkan orangtuanya bahwa Fandi tidak salah. Akhirnya Fandi kembali pada Ranti walaupun tidak dengan perasaan yang utuh lagi. Di chapter ini diperkenalkan karakter baru bernama Sheila. Tapi hanya sekilas sebagai penutup chapter.
Sheila adalah mantan pacar Edo yang masih terobsesi padanya, walaupun Edo sudah sangat enggan, bahkan untuk bertemu dengannya. Di chapter ini diceritakan bagaimana Sheila terus mengejar Edo kemanapun, sementara itu Zein, kakak kandung Sheila juga mencari cara agar Edo mau kembali pada adiknya. Salah satunya adalah dengan mendekati Errie. Zein berusaha keras membahagiakan adiknya karena Sheila sedang sakit parah dan divonis hidupnya tidak akan bertahan lama. Atas dasar ini lah akhirnya Errie juga memaksa Edo untuk kembali pada Sheila dan berpura-pura berpacaran dengan Zein.
Akhirnya Edo menyanggupi permintaan Errie. Fandi yang mengetahui bahwa Errie dan Zein hanya berpura-pura seakan tidak terima. Dua orang yang disayanginya harus menderita karena Sheila. Dengan bantuan Ranti, Via dan Ayu akhirnya Fandi berhasil memberikan pengertian kepada Sheila tentang cinta yang sesungguhnya, yaitu bukan dengan memiliki tapi dengan melepas oranv yang kita cintai bahagia. Tamat deh😆

Rada ribet kan cerita yang dibuat anak SMP, wkwkwk…
Oiya, beberapa cerpen aq kuakui rada mistis,  bukan ceritanya, tapi proses membuatnya. Dan beberapa memang aku akui setiap aq baca lagi selalu terhanyut kaya aq,ngerasain sendiri. Gak tau deh kalo orang lain. Emosional, dan emosi waktu bikin cerita itu kaya terperangkap disitu. Jadi ketika dibaca ya kerasa lagi perasaan pas bikinnya. Pokoknya selalu ada story of the story deh.
Btw ini suamiku lama bener yah pulangnya… *garuk-garuk kepala*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s