Ekonomi versus Ekonomi Islam

Sebenernya pengen nulis judulnya “I Hated Economy but I Love Islamic Economy”, tapi kayanya negatif😆

Ceritanya berawal dari pertama kali belajar Ekonomi waktu masih unyu-unyu di Tsanawiyah. Muter otak berkali-kali tapi rasanya kok otaknya gak nerima. Dimulai dari BAB awal tentang motif ekonomi, diiajarin bahwa motif ekonomi itu adalah “Menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya dengan sumberdaya atau modal sekecil-kecilnya”. Karena dulu belajar yawdah belajar aja lebih karena kewajiban buat bisa nyelesein soal ujian. Dihapalin aja itu semua tentang ekonomi. Tapi sebenernya sejak tingkat SMP itu lah aq gak suka sama yang namanya Ekonomi. Kesel sendiri karena rasanya gak sesuai sama nilai yang aq punya. Masa sih orang diajarin dapet untung banyak tapi modalnya dikit. Dulu waktu kecil mikirnya, kayanya kalo pake prinsip kaya gitu bakal banyak nyusahin orang deh daripada bantuinnya. Mikirnya simpel, maklum anak kecil😆

Waktu SMA kelas I ketemu lagi sama Ekonomi, karena dulu pembagian jurusan itu pas kelas II jadi pas kelas I masih ketemu sama Ekonomi. Rasanya karena valuenya ekonomi yg aq pelajari di SMP sama SMA kelas I itu gak sesuai aq jadi gak sukaaaaa bangeeet dan alergi sama yang namanya ekonomi. Bukan gak bisa loh, soalnya nilainya alhamdulillah bagus-bagus kalo yang diliat itu nilai rapornya. Akhirnya milih fokusnya lebih ke IPA supaya gak ketemu sama EKONOMI😆.

Waktu kuliah di Statistika, ketemu lagi lah sama Ekonomi bahkan memang di Statistika ada kekhususan Statistika Ekonomi. Karena ambil Ekonomi Dasar I dan Ekonomi Dasar II itu wajib, maka akhirnya diambil juga. Tapi waktu ada makroekonomi dan mikroekonomi aq gak ambil karena udah males denger yang ujung-ujungnya ada ekonominya. Tapi pas di akhir-akhir semester akhirnya tertarik buat ambil mata kuliah Ekonomi Syariah I yang diampu sama Fakultas Ekonomi Manajemen, dan jatuh cintaaaaa. Tapi waktu itu bener-bener yah gak mikirin lagi buat tahu lebih jauh, karena rasanya, yowes yang dipunyai sekarang aja deh diasah lagi dan diamalkan sebaik-baiknya. Alhamdulillah setelah hampir lima tahun lulus dari Statistika, dikasih kesempatan sama Allah buat mengenal lagi, Ekonomi Syariah atau Ekonomi Islam, dan semakin hari semakin jatuh cinta.

Motif dasar Ekonomi Islam itu adalah falah. Kesejahteraan, bukan medit kaya Ekonomi yang pernah dikenalin sama guru-guru ekonomi. Yang lebih bikin jatuh cinta lagi, kesejahteraan itu bukan kesejahteraan pribadi, tapi kesejahteraan masyarakat. How beautiful is this thing. Ya, karena Ekonomi Islam bukan buah pemikiran manusia yang masih sering punya kekurangan di sana sini, tapi lebih didasari wahyu Illahiyah, yang syamil, komprehensif dan tidak egois. Sekarang mau nambahin satu kategori lagi di blog ini, dan ini tulisan pertamanya. Kategorinya Ekonomi Syariah. Insya Allah manfaat🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s