Kenapa Harus Berzakat Melalui Amil?

Sebelum menjawab pertanyaan di judul tulisan ini, ada satu pertanyaan dulu yang harus dijawab.

Kenapa sih harus berzakat?

Jika dilihat secara syariah, zakat merupakan kewajiban dan termasuk dalam rukun Islam yang kadarnya sama dengan kadar Syahadat, Sholat, dan Puasa Ramadhan. Sebagaimana dalam Al Quran dikatakan bahwa,

Apabila mereka, kaum musyrik, bertobat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara-saudara seagama (QS 9:11)

Zakat yang awam dilakukan oleh semua orang adalah Zakat Fitri atau Zakat Fitrah. Zakat ini hanya dilakukan setahun sekali ketika Ramadhan berakhir. Apakah cukup kita dikatakan telah berzakat dengan zakat fitrah ini? Jawabannya beluuuum. Zakat yang wajib bukan cuma zakat fitrah, tapi ada berbagai macam zakat lainnya, seperti zakat maal/harta, zakat hasil perniagaan, zakat pertanian dan zakat barang temuan. Bahkan berkembang pula zakat profesi yang dikiaskan dari zakat pertanian.

Bagaimana cara berzakatnya?

Gak bisa dipungkiri kalau yang namanya beribadah itu harus dengan ilmu. Kenapa?ya bisa jadi nanti amal yang kita lakukan ga ada nilainya di mata Allah karena kita salah melaksanakannya. Dalam berzakat, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu haul dan nisab.

Nisab adalah jumlah harta minimal kena zakat. Jadi sebelum mencapai nisabnya harta kita belum wajib dikeluarkan zakatnya. Misalnya nisab emas adalah 85 gr atau 20 dinar. Nisab beras adalah 522 kg atau 653kg gabah kering, nisab unta adalah 5 ekor, dll. Sedangkan haul adalah masa tunggu kepemilikan harta sampai ia wajib dizakati. Sebelum sampai haulnya, harta kita belum wajib dizakati. Misal untuk haul zakat emas adalah setelah dimiliki satu tahun, sedangkan zakat pertanian adalah langsung saat panen. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan juga beda beda loh. Misal zakat pertanian itu 5% kalo sawahnya diairin sendiri dan 10% kalau sawahnya tadah hujan. Sedangkan emas kalau sudah mencapai nisab dan haulnya itu zakatnya 2,5%.

Ribet amat siiiih…

Kaleeem… sekarang udah banyak aplikasi kalkulator zakat kok. Kalo buka webnya rumah zakat atau dompet dhuafa pasti nemu. Trus sebaiknya kalo mau zakat usahakan ke amil yaa.. why? Yuk kita bahas..

Kenapa harus bayar zakat ke amil?

Menurut Ustadz Irfan Syauqi Beik, seenggaknya ada dua hal yang bisa dijadikan alasan kenapa kita harus zakat ke amil.

Pertama, berzakat langsung dari muzakki (orang yang berzakat) ke mustahik (orang yang menerima zakat) tidak pernah ada contohnya di zaman rasul dan sahabat. Zakat selalu dikumpulkan oleh baytul maal dan karena wajibnya zakat ini sampai-sampai pada masa Abu Bakar orang-orang yang tidak mau membayar zakat ini diperangi karena dianggap musyrik. Lagipula penerima zakat itu udah ditentuin loh sama Al Quran, ga bisa terserah kita mau dikasihin ke sapa. Kalo kita ngasihin sendiri zakat langsung ke mustahik kebayang ga sih kudu muter-muter nyariin mustahik tiap kali mau zakat. Misal banyak kasus yang menanyakan, boleh ga sih zakat ke anak yatim? Hmmm coba intip lagi delapan golongan penerima zakat dalam Surat At Taubah ayat 60. Mustahik itu fakir, miskin, gharim, ibn sabil, amil, fi sabilillah, muallaf dan utk membebaskan budak. Ada gak anak yatim? Ga ada ya rasanya.. jadi?? Ya anak yatim itu ga berhak menerima zakat kecuali mereka fakir atau miskin. Jadi mereka berhak dapet zakat bukan karena yatimnya ya.. tapi karena fakir miskinnya.

Kedua zakat yang langsung diberikan dari muzakki ke mustahik tidak akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Jadi tujuan zakat sebagai alat untuk mengentaskan kemiskinan akan sulit tercapai. Misal setiap orang memberikan zakatnya sendiri-sendiri ya paling 500ribuan lah, kasih ke mustahik. Buat beli beras, gula, minyak goreng, ke rumah sakit abis deh. Bayangin kalo misal ada 100.000 orang bayarnya ke amil, jadi terkumpul uang 5 Milyar. Bisa bikin poliklinik sama bantu bikin umkm. Jadi produktif dan ga habis dimakan. Bahkan mengutip dari presentasinya bu Dian anggota Badan Wakaf Indonesia, di Kekhalifaan Turki Utsmani rumah sakit gratis, tempat tinggal gratis, sekolah gratis, perpustakaan mewah, semuanya dikelola dari dana umat. Makanya berzakat melalui amil itu kekuatannya luar biasa besar untuk pengentasan kemiskinan. Makanya yuk berzakat ke amil. Amilnya juga pilih-pilih yaa… karena besarnya potensi zakat ini banyak juga yang tergiur untuk menyelewengkannya.

Wah di tempat aq amilnya cuma ada pas ramadhan aja niy, trus bayar zakatnya kemana doooonk. Rumah Zakat de el el ga tau dimana kantornya. Kalo mau transfer kurang aman, jangan-jangan nyangkut di rekening sapa gitu..

Insya Allah kalau ada kemauan pasti ada jalan. Misalnya di Rumah Zakat, Dompet Dhuafa dan Baznas ada layanan jemput zakat. Ada juga layanan transfer dengan konfirmasi. Insya Allah amil yang professional udah bisa mengatasi masalah keamanan dalam transaksi sehingga muzakki juga akan merasa tentram insya Allah zakatnya sampai ke yang berhak.

Sepertinya dah cukup panjang ya, lain kali dibahas lagi insya Allah..
🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s