Sakinahku

Sakinah, apa sih?
Coba lihat Alquran Surat Ar Ruum ayat 21, Surat yang udah pasti beken banget karena setiap yang mau nikah pasti berburu nih surat untuk ditaroh di Undangan. Etapi mirisnya ga semua yang udah nikah hafal loh, hehehe *tunjuk diri sendiri*

Nah di dalam surat ini ada kata “Li Taskunu Ilaiha”, yang diartikan “Agar Kamu Merasa Tentram Kepadanya”. Bukan ahli tafsir sih jadi ga tau pasti juga tafsiran dari kalimat itu, tapi secara gamblang merujuk dari surat itu disebutkan bahwa dalam pernikahan yang pertama diharapkan adalah “sakinah”, merasa tentram terhadap pasangan kita. Baru di kalimat berikutnya dilanjutkan ada “mawaddah” atau rasa ingin bersama dan “warrohmah” yaitu rasa kasih sayang yang mendalam.

Jadi boleh gak sih terbalik urutannya? Cinta mati dulu, trus pengen sama-sama baru deh ngerasa tentram. Hshshsh… Wallahu’alam deh, yang pasti kalau belum halal suka sama orang cuma nyiksa hati doang tau.. CATET!!

Kalau cerita tentang sakinah, bener gak sih setelah menikah kita sudah merasa tentram dengan pasangan kita?Kalau belum berarti mungkin ada yang salah. Itu kan petunjuk dari Allah orang akhir suratnya bilang “bagi orang-orang yang berfikir”.
Setelah nikah malah galau kalo deket suaminya, atau suaminya malah ga nyaman deket istrinya pengennya main aja gmw pulang ke rumah. Nah kode-kode tuh berarti nikmat sakinah belum turun ke dalam keluarganya. Trus gimana dong? Ya muhasabah lah, luruskan lagi niat menikah.

Apa sih yang dicari dalam pernikahan? Ridha Allah bukan? Menggenapkan separuh agama bukan?
Trus? Saling menasehatilah, dengan cara yang baik. Setelah menikah, suami/istrimu adalah orang yang paling dekat denganmu. Bukankah dia itu bagian tubuhmu yang hilang? Umar RA yang terkenal galak pun ketika istrinya ngedumel tetap menerima omelannya, dan menasihatinya di waktu yang lain bahkan dengan bercandaan. Duh mesranya… :blink:

Alhamdulillah hampir 5 tahun menikah dan Allah masih memberikan nikmat sakinah. Kalau LDRan rasanya ada yang hilang, bahkan jadi susah tidur. Bukan hanya saya ternyata, suami juga sama. Begitupun ke anak-anak. Kalau jauh, selalu kemimpi. Rindu, kangen, rasa mawaddah yang hadir dalam keluarga itu subhanallah, harus disyukuri. Dan semoga terjaga sampai nanti berkumpul lagi di syurga. Amiiin….

    Buitenzorg, 8 Januari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s