Prakasatya

Mabit Perdana Sabiq di Kuttab

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tattimushsholihaat… 

Tahun ini,  alhamdulillah Sabiq akan segera memasuki usia tamyiz.  Ma sya Allah,  memang saya sebagai ibu masih jauh dari sempurna, dan egois jika mengharapkan ia akan seperti Ali bin Abi Thalib atau Abdullah bin Abbas, karena mereka adalah anak-anak yang sejak belia diasuh oleh tangan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Kuttab sudah menekankan tentang pentingnya kemandirian sejak satu semester yang lalu ketika pra mabit. Alhamdulillah,  dia lolos,  semua barangnya kembali utuh dan dia melakukan semua instruksi packing sesuai arahan saya.  Ya, saya kadang sangat perfeksionis terhadapnya, padahal mungkin di mata orang.  Hey,  dia itu anak enam tahun…

Dulu di usia itu saya ngapain? Saya sudah punya tanggung jawab, menyapu halaman (halaman rumah saya kira-kira luasnya 200 meter). Saya harus mulai menyapu jam 6 pagi,  jam 6.30 harus sudah selesai,  mandi dan sarapan.  Jam 7 kurang lima harus sudah berangkat karena saya jalan kaki ke sekolah yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah. 

Sabiq memang masih belum memenuhi ekspektasi ibunya yang ketinggian.  Tapi,  ma sya Allah,  banyak kelebihannya yang lain yang saya yakin Allah titipkan padanya untuk jauh melebihi saya dan suami saya. 

Besok adalah perdana,  Sabiq akan mabit di Kuttab Al Fatih,  sekolahnya saat ini (dan seterusnya in sya Allah). Kuttab sudah memberi penugasan (BBO)  kemandirian sejak tiga minggu yang lalu.  Meliputi istinja’ yang baik,  merapikan dan membersihkan kamar sendiri,  mengurus pakaiannya sendiri (meletakkan di keranjang baju kotor,  menyiapkan seragam untuk besok, melipat dan merapikan sendiri bajunya). Yaps, masalah perbajuan termasuk adab memakai baju juga merupakan salah satu kurikulum di kuttab.  Dalam satu ceramahnya ustadz Budi Ashari menyinggung tentang anak jaman sekarang yang di usia balighnya jangankan diamanahi negara,  diamanahi kamar pun masih banyak yang belum mengerti. Peradaban dimulai dari hal sekecil itu..

Cerita packing hari ini dimulai saat dia pulanh sekolah dan memberikan secarik kertas yang isinya daftar barang yang dibawa ke mabit besok.  Isi listnya kosong,  yang berarti harus dia isi sendiri.  Maka saya menyuruhnya menulis di daftar barang apa saja yang harus dibawa. Setelah selesai saya menyuruhnya mengambil semua barang di list tersebut dan mengumpulkannya di satu tempat. Tapi… ternyata dia pun ga bisa baca apa yang ditulisnya karena tulisannya masih aduhai berantakan tak terbaca.. 🤣

Akhirnya saya tulis ulang dengan tulisan saya baru dia bisa kumpulkan semua barang tadi. Saya beritahu Sabiq tentang teori packing ala saya (penting menurut saya walaupun saya ga tau dia paham apa gak)  sambil langsung praktik.

Pertama, Clustering. Alat mandi taruh di satu tempat,  baju dipack di plastik per sekali ganti. Jadi sabiq bawa dua plastik zipper bag yang isinya masing-masing baju, celana dan pakaian dalam. Ini supaya memudahkan dia kalau mandi bawa satu plastik ke kamar mandi dan buka plastiknya kalau sudah selesai mandi,  supaya bajunya ga basah kena air.  Setelah itu bajunya yang kotor atau basah langsung dimasukkan ke plastik tadi,  kunci lagi zippernya jadi kalau masuk tas pun ga khawatir tercampur dengan yang bersih. Handuk disatukan ke baju ganti yang akan dipakai duluan.

Kedua,  Stratifiying. Semua barang diurutkan sesuai kapan dipakai, yang paling terakhir dipakai akan diletakkan paling bawah.  Karena Sabiq si enam tahun ini masih suka acak-acak,  akan lebih baik kalau dia buka tas dan langsung ketemu barang yang dia mau ambil daripada semua diacak-acak. Baju yang mau dipakai hari terakhir saya letakkan paling bawah, setelah itu sepatu yang juga akan dipakai belakangan, baru setelah itu selimut, baju ganti dan alat mandi. Buku dan alat tulis dimasukkan belakangan. Alat sholat (sajadah dan peci)  saya letakkan di rits luar tas karena ini yang akan sering dipakai. Botol minum saya letakkan di luar supaya lebih mudah dijangkau. Terakhir bantal,  Sabiq mau bawa bantal leher aja supaya ga banyak bawaan. Oiya, semua diberi label nama supaya kalau hilang bisa langsung kembali tanpa woro-woro di grup yang bikin tengsin.

Alhamdulillah berhasil packing: 2 stel baju, selimut,  bantal,  alat mandi,  sajadah,  botol minum,  buku,  juz amma,  alat tulis,  handuk dan kudapan dengan satu tas ransel sekolah saja. Semoga besok lancar mabitnya… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s